TIDORE – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan, Hj. Rahmawati Muhammad Sinen, meraih penghargaan dari DPD RI Awards 2025 setelah berhasil masuk dalam jajaran 10 besar terbaik kategori Ekonomi Kreatif.
“Merupakan suatu kehormatan bagi kami Tim Penggerak PKK Kota Tidore masuk dalam jajaran 10 besar penerima DPD Award 2025 kategori Ekonomi Kreatif. Penghargaan ini adalah bukti nyata kerja keras, dedikasi, dan semangat kolaborasi seluruh kader serta dukungan dari pemerintah dan masyarakat Kota Tidore Kepulauan,” ungkap Rahmawati, Rabu (26/11/2026).
Ia menegaskan bahwa capaian tersebut mencerminkan komitmen PKK dalam memperkuat program pemberdayaan keluarga berbasis ekonomi kreatif.
“Prestasi ini adalah milik bersama. Ini hasil dari kolaborasi yang harmonis dan pengabdian untuk menjadikan keluarga di Kota Tidore lebih berdaya, sejahtera, dan kuat. Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus bergerak mewujudkan masyarakat dan keluarga yang sejahtera,” ujarnya.
Rahmawati menjelaskan bahwa perjalanan menuju pencapaian ini tidaklah mudah. PKK Tidore terus mendorong inovasi, mulai dari pengembangan UMKM berbasis kreativitas lokal, ketahanan pangan keluarga, hingga penguatan 10 Program Pokok PKK.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada DPD RI dan tim juri yang telah memberikan kesempatan serta penilaian objektif sehingga PKK Tidore dapat masuk dalam 10 besar terbaik.
Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Wali Kota, Wakil Wali Kota, jajaran Pemerintah Daerah, serta seluruh kader PKK hingga tingkat desa dan masyarakat yang terus berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program PKK.
“Ke depan, tantangan tidak akan pernah habis. Perkembangan zaman memunculkan isu-isu baru yang harus kita sikapi. Karena itu, mari jadikan penghargaan ini sebagai pemantik semangat untuk terus berinovasi dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ajaknya.
Rahmawati berharap PKK Tidore terus memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan bangsa, terutama dalam mewujudkan masyarakat yang aman, nyaman, ramah, serta pembangunan berkelanjutan di Kota Tidore Kepulauan. (*)






