Ombak Terjang Desa Saria, Perahu Nelayan Terbalik dan Rusak Parah

- Jurnalis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi ombak di Desa Saria.

Kondisi ombak di Desa Saria.

HALBAR — Cuaca buruk yang melanda Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, sejak Senin hingga Selasa dini hari (7/10/2025), menyebabkan sejumlah perahu nelayan di Desa Saria dihantam ombak besar.

Akibatnya, beberapa perahu yang sedang terparkir di tepi pantai terbalik dan mengalami kerusakan parah. Warga setempat yang panik segera bergotong royong mengevakuasi perahu mereka ke tempat aman. Meski demikian, sejumlah alat tangkap ikan dan mesin perahu rusak total.

Para nelayan mengaku kesulitan mencari tempat aman untuk menyimpan perahu karena di kawasan pantai belum terdapat talud penahan ombak. Tak hanya itu, air laut juga sempat merendam sejumlah rumah warga di pesisir, sehingga sebagian warga terpaksa mengungsi secara mandiri ke tempat yang lebih tinggi.

Baca Juga :  Sesepuh dan Tokoh Gelar Rembuk Akbar Bahas Masa Depan Kota Sofifi

Salah satu nelayan, Baci, menuturkan bahwa kejadian serupa sudah berulang kali terjadi. Ia mengaku kecewa lantaran pemerintah tak kunjung memberikan perhatian.

“Ini sudah kali ketiga perahu saya terbalik karena ombak besar. Kami berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat bisa memperhatikan keluhan masyarakat. Desa Saria ini merupakan aset penting bagi sektor perikanan dan kelautan Halmahera Barat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Warga Desa Mekarsari Butuh Jalan Tani

Menurut Baci, kerusakan tersebut bisa dihindari apabila pemerintah membangun talud penahan ombak di sepanjang garis pantai. Ia menilai keluhan masyarakat telah berulang kali disampaikan, namun belum juga mendapat tanggapan serius.

“Ini bukan pertama kali terjadi, tapi sudah berulang kali. Pemerintah tolong lihat kami,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebelum terjadi abrasi pantai yang lebih parah maupun kerusakan rumah warga, pemerintah sebaiknya segera mengambil langkah cepat.

“Kalau diantisipasi sejak dini, kerugian materil bisa diminimalisir,” tandasnya.

Berita Terkait

WFA Disalahartikan sebagai Libur, Disiplin ASN Tidore Menurun
Disiplin dan Integritas Jadi Sorotan! SMKS Muhammadiyah Tidore Gelar Asesmen Akhir Jenjang
Pemkot Tidore Perkuat Revitalisasi Bahasa Daerah, Guru SD-SMP Ikuti Bimtek Pengajar Utama
Sambut HJT ke-918, Pemkot Tidore Gelar Kerja Bakti Massal dan Hias Lingkungan
Polri Hadir Layani Kesehatan Warga Pengungsian Sidenbopo, Wujud Kepedulian di Tengah Situasi Sulit
Pemkot Tidore Terima Pemeriksaan BPK, Wali Kota Minta OPD Maksimalkan Dukungan
TLRHP Capai 77,60 Persen, Pemkot Tidore Tuai Apresiasi BPK
Wawali Tidore Ikuti Rakor BNPB, Perkuat Koordinasi Penanganan Pascagempa
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 22:59 WIB

WFA Disalahartikan sebagai Libur, Disiplin ASN Tidore Menurun

Rabu, 8 April 2026 - 19:40 WIB

Pemkot Tidore Perkuat Revitalisasi Bahasa Daerah, Guru SD-SMP Ikuti Bimtek Pengajar Utama

Selasa, 7 April 2026 - 11:01 WIB

Sambut HJT ke-918, Pemkot Tidore Gelar Kerja Bakti Massal dan Hias Lingkungan

Selasa, 7 April 2026 - 07:09 WIB

Polri Hadir Layani Kesehatan Warga Pengungsian Sidenbopo, Wujud Kepedulian di Tengah Situasi Sulit

Senin, 6 April 2026 - 11:11 WIB

Pemkot Tidore Terima Pemeriksaan BPK, Wali Kota Minta OPD Maksimalkan Dukungan

Senin, 6 April 2026 - 11:03 WIB

TLRHP Capai 77,60 Persen, Pemkot Tidore Tuai Apresiasi BPK

Minggu, 5 April 2026 - 13:47 WIB

Wawali Tidore Ikuti Rakor BNPB, Perkuat Koordinasi Penanganan Pascagempa

Sabtu, 4 April 2026 - 13:58 WIB

Dandim Cup I 2026 Resmi Bergulir, 37 Tim Ramaikan Turnamen di Tidore

Berita Terbaru