GARUT, – Peran kaum intelektual atau akademisi dalam kemajuan satu peradaban tak dapat diragukan lagi, bahkan kedudukannya masuk dalam konsep triple helix bersama pemerintah dan industri sebagai komponen yang memicu kemajuan.
Konsep yang diperkenalkan oleh Etzkowitz dan Leydesdorff pada tahun 1995 ini sudah mengalami modifikasi dengan menjadi penta-helix, atau 5 komponen penggerak perubahan yaitu akademisi, pemerintah, industri, komunitas masyarakat dan media.
Hal ini lah yang disadari betul oleh para mahasiswa Program Doktor Universitas Padjadjaran Bandung, yang melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tahun 2023, dilangsungkan di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut pada hari Jum’at (19/05/2023).
Pelaksanaan PKM merupakan kewajiban atas matakuliah pengembangan karir yang dilakukan sebagai implementasi darma Pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini mengusung tema ‘Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani dalam Rangka Menunjang Ketahanan Pangan Keluarga’. Tim yang melakukan pengabdian adalah Farida Mardatila, S.PT., M. Si, Suhaeni, S.P., M.Si, Muthiah Syakirotin, S.P., M. Agr, dan Suhardi, S.P., M.Si.” ungkap Farida Mardatila sebagai perwakilan tim PKM.
Farida menyebutkan, mitra pada kegiatan ini adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinar Paozan, yang beranggotakan 15 orang yang memanfaatkan pekarangan sempit sebagai lahan untuk budidaya tanaman pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi rumahtangga serta Upaya peningkatan kesejahteraan petani.
Materi kegiatan yang disampaikan berupa pemanfaatan pekarangan sebagai lahan pertanian berkelanjutan dan tata kelola usaha tani keluarga melalui pencatatan cash flow sederhana guna keberlangsungan usaha tani di era disrupsi.
Pendampingan secara berkelanjutan perlu dilakukan sehingga Kelompok Wanita Tani dapat terus berinovasi, sehingga usaha tani dengan memanfaatkan pekarangan tidak sekedar untuk memenuhi kebutuhan pangan saja.
“Kita harapkan dengan inovasi ini tak hanya untuk kebutuhan pangan saja tapi dapat meningkatkan pendapatan keluarga tani secara berkesinambungan,” harapnya.
Para mitra tani mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias hingga selesai. “Kegiatan ini sangat penting dilakukan karena dapat meningkatkan pengetahuan kami sebagai KWT yang minim akses terhadap informasi yang berkaitan dengan penguatan pengelolaan usahatani yang berwawasan lingkungan yang berkelanjtan,” ujar salah satu peserta kegiatan.






