SOFIFI – Universitas Bumi Hijrah (Unibrah) Tidore kembali menggelar Ujian Masuk Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Gelombang III Tahun Akademik 2026/2027 yang diikuti sebanyak 126 peserta, Kamis (6/8/2026).
Pelaksanaan ujian berlangsung di Laboratorium Komputer lantai dua Kampus Unibrah Tidore dengan memanfaatkan sistem berbasis komputer (Computer Asissted Test/CAT). Para peserta mengikuti rangkaian tes secara tertib dengan pengawasan panitia guna memastikan proses seleksi berjalan objektif, transparan, dan akuntabel.
Kapala Sub Bagian Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unibrah, Suratman Naim, mengatakan ujian tersebut merupakan salah satu tahapan penting dalam proses seleksi calon mahasiswa baru. Selain menjadi syarat penerimaan, hasil ujian juga akan menjadi instrumen awal bagi universitas untuk memetakan kemampuan akademik mahasiswa sebelum memasuki proses perkuliahan.
Menurut Suratman, materi yang diujikan dirancang untuk mengukur kompetensi dasar yang dibutuhkan mahasiswa dalam menjalani pendidikan tinggi.
“Tes ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan calon mahasiswa baru. Materi yang diujikan meliputi Uji Potensi Akademik (UPA), kemampuan numerik, kemampuan verbal, penalaran logis, serta tes wawasan kebangsaan. Seluruh materi tersebut disusun untuk memberikan gambaran mengenai kesiapan akademik peserta sebelum mengikuti proses pembelajaran di perguruan tinggi,” ujar Suratman.
Ia menjelaskan, pelaksanaan ujian bukan sekadar proses seleksi administratif, tetapi juga bagian dari komitmen Unibrah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pemetaan kemampuan mahasiswa sejak awal.
Menurutnya, hasil tes akan menjadi data penting yang dapat dimanfaatkan oleh pihak kampus dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan karakteristik mahasiswa baru.
“Universitas Bumi Hijrah terus berupaya meningkatkan kualitas mahasiswa sejak mereka pertama kali masuk perguruan tinggi. Karena itu, hasil tes ini tidak hanya menentukan proses seleksi, tetapi juga menjadi gambaran awal bagi kampus untuk memetakan kemampuan akademik calon mahasiswa baru. Dengan data tersebut, kami dapat menyiapkan proses pembelajaran yang lebih terarah sehingga mahasiswa dapat berkembang secara optimal,” katanya.
Lebih lanjut, Suratman menuturkan bahwa pendekatan tersebut sejalan dengan upaya Unibrah dalam membangun sistem pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa. Melalui pemetaan kemampuan akademik sejak dini, dosen maupun program studi diharapkan memiliki dasar dalam memberikan pendampingan, pembinaan, maupun penguatan kompetensi kepada mahasiswa selama menempuh pendidikan.






