Ifoni Patara, Anak Petani Nyaris Tak Bisa Kuliah Hingga jadi Lulusan Terbaik Unibrah

- Jurnalis

Selasa, 17 Desember 2024 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ifoni Patara didampingi kedua orang tua foto bersama Rektor Unibrah, Kepala LLDikti dan Staf Ahli Gubernur. (Foto: Amata Shihab).

Ifoni Patara didampingi kedua orang tua foto bersama Rektor Unibrah, Kepala LLDikti dan Staf Ahli Gubernur. (Foto: Amata Shihab).

MARASAI.iD – Riuh suara tawa dan seruan kegembiraan menyelimuti halaman SMA Siti Aisyah Bukulasa, Kota Tidore Kepulauan. Para siswa saling berbagi kebahagiaan — hari itu, mereka merayakan kelulusan SMA angkatan tahun 2020.

Di antara kerumunan yang berlarian dengan seragam penuh coretan tanda suka cita, berdirilah Ifoni Patara. Senyum menghiasi wajahnya, tapi di balik binar mata itu, ada sebersit keresahan yang tak pernah benar-benar pudar.

“Setelah ini, mau ke mana?” Pertanyaan itu berulang kali berputar di kepala Ifoni, sama seperti teman-teman seangkatannya. Bagi sebagian besar dari mereka, pilihan hanya dua: melanjutkan kuliah atau mencari pekerjaan.

Namun, bagi Ifoni, jawabannya lebih berat. Ekonomi keluarganya tak memberi banyak ruang untuk bermimpi panjang. Dalam hatinya, ia sudah memantapkan diri untuk menempuh jalan kedua — langsung bekerja.

“Saya sadar kondisi keluarga, jadi tidak mungkin bisa lanjut kuliah,” ujarnya lirih saat mengenang hari-hari penuh kebimbangan itu.

Padahal, sejak kecil, dunia pendidikan adalah panggung tempat Ifoni bersinar. Dari bangku SD hingga SMA, prestasi demi prestasi ia ukir. Olimpiade Sains Siswa Nasional (OSN), kegiatan Pramuka, hingga klub seni dan sastra — semua menjadi bagian dari hidupnya.

Namun, bakti pada kedua orang tuanya, Luter Patara dan Magdalena Yusup, lebih besar dari egonya. Keduanya hanyalah petani sederhana; dan Ifoni tak ingin menambah beban di pundak mereka.

“Foni sadar, masih banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi. Saya tidak mau buat papa dan mama susah,” ujarnya pelan, suaranya mengandung kesetiaan yang dalam.

Baca Juga :  Ribuan Peserta Meriahkan Fun Run Sport Tourism Adhyaksa di Tidore

Hari-hari berlalu dalam ketidakpastian. Namun, di tengah jalan buntu itu, harapan datang dalam wujud yang tak terduga.

“Pokoknya sudah terima kenyataan tidak bisa lanjut kuliah, namun tiba-tiba didatangi oleh guru SMA saya, Pak Rafsanjani Hi Laha, beliau datang dan menawarkan kuliah dengan jalur beasiswa sehingga tidak perlu memikirkan biaya kuliah lagi,” ceritanya.

Tawaran guru yang sekaligus mentornya di kelas sastra itu menghidupkan kembali asanya yang sempat redup, Foni sangat antusias agar bisa mendapatkan beasiswa itu. Cahaya redup di hati Ifoni kembali bersinar.

Semangatnya kembali membuncah. Ia sibuk mencari informasi, menyiapkan berkas, dan memenuhi semua persyaratan.

Hingga di suatu siang yang menegangkan, saat mendaftar di Universitas Bumi Hijrah Tidore, panitia penerimaan bertanya: “Apakah kamu punya Kartu Indonesia Pintar?” Ifoni mengangguk. Sejak SD, kartu itulah yang menemaninya mengarungi perjalanan pendidikan.

“Foni akhirnya bisa diterima oleh kampus dengan jalur beasiswa full, sehingga tidak perlu pusing dengan UKT lagi,” ucapnya.

Dengan langkah pasti, Ifoni memilih Program Studi Pendidikan Fisika di Fakultas Ilmu Pendidikan. Fisika bukanlah favoritnya, tapi ia percaya, ini adalah jalan yang Tuhan bentangkan. Setiap tugas ia kerjakan dengan sepenuh hati. Setiap kelas ia hadiri tanpa pernah absen. Tak ada waktu untuk berleha-leha.

“Ini kesempatan yang sangat berharga. Saya harus jalani dengan serius,” tekadnya membulat.

Baca Juga :  Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Balbar Using Tema Persatuan di Tahun Pemilu

Jiwa kompetitifnya membara lebih dari sebelumnya. Bukan hanya kuliah, Ifoni juga haus akan tantangan di luar kelas. Ia mengikuti lomba Desain Media Pembelajaran tingkat nasional dan meraih juara ketiga seluruh Indonesia. Karyanya bahkan dipatenkan melalui HAKI — sebuah kebanggaan yang tak terbayar.

Waktu berlalu cepat. Dalam 3 tahun 10 bulan, Ifoni menyelesaikan kuliahnya dengan IPK 3,89 — nyaris sempurna. Ia tahu dirinya menjadi lulusan terbaik fakultas, tapi ketika namanya diumumkan sebagai lulusan terbaik universitas, dadanya bergemuruh. Kedua orang tuanya hadir, mata mereka berkaca-kaca, tangan mereka menggenggam erat kebanggaan yang tak bisa diungkapkan kata-kata.

“Foni cuma bilang ke mama dan papa, kalau nanti Foni dipanggil maju, mama dan papa ikut,” kenangnya sambil tersenyum.

Di atas panggung Aula Nuku, berdiri Ifoni bersama Rektor, Kepala LLDikti XII, dan Staf Ahli Gubernur. Kilatan kamera menangkap momen itu. Di balik cahaya blitz, terpatri cerita perjuangan yang nyaris tak berujung, tapi akhirnya menemukan titik terang.

Selain sibuk kuliah, Ifoni juga menjadi guru privat untuk anak-anak sekolah, mencari penghasilan tambahan demi menopang biaya hidup. Ia berharap kampus dapat lebih memperhatikan mahasiswa-mahasiswa berprestasi.

Kini, Ifoni Patara adalah simbol dari kerja keras, pengorbanan, dan keteguhan hati. Dari seorang siswa yang hampir tak bisa melanjutkan pendidikan, ia menjelma menjadi lulusan terbaik universitas — sebuah kisah tentang cahaya asa yang tak pernah benar-benar padam.

Berita Terkait

Fifian Adeningsi Mus Dipercaya Pimpin DPC HKTI Kepulauan Sula
Polda Malut Panen Perdana Melon Hidroponik, Dorong Lahan Terbatas Jadi Sumber Pangan
Pendapatan APBD-P Maluku Utara 2026 Naik 18,66 Persen, Belanja Capai Rp3,659 Triliun
Lisa Istifadha Ishak Borong Dua Prestasi di Kejurda Pencak Silat, Harumkan Nama Ternate
Solar Power Cold Storage Diharapkan Tingkatkan Nilai Jual Ikan Nelayan Rua
Polda Malut Mutasi 502 Personel, Sejumlah Pejabat Strategis Berganti
Investasi Malut Tembus Rp40,2 Triliun, Wagub Soroti Kemiskinan dan Nasib Masyarakat Lokal
Polda Malut Perkuat Patroli dan Pencegahan Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
Berita ini 798 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 23:46 WIB

Fifian Adeningsi Mus Dipercaya Pimpin DPC HKTI Kepulauan Sula

Rabu, 16 September 2026 - 13:09 WIB

Polda Malut Panen Perdana Melon Hidroponik, Dorong Lahan Terbatas Jadi Sumber Pangan

Rabu, 16 September 2026 - 11:53 WIB

Pendapatan APBD-P Maluku Utara 2026 Naik 18,66 Persen, Belanja Capai Rp3,659 Triliun

Senin, 7 September 2026 - 10:36 WIB

Lisa Istifadha Ishak Borong Dua Prestasi di Kejurda Pencak Silat, Harumkan Nama Ternate

Sabtu, 5 September 2026 - 13:42 WIB

Solar Power Cold Storage Diharapkan Tingkatkan Nilai Jual Ikan Nelayan Rua

Kamis, 3 September 2026 - 11:44 WIB

Polda Malut Mutasi 502 Personel, Sejumlah Pejabat Strategis Berganti

Selasa, 1 September 2026 - 21:21 WIB

Investasi Malut Tembus Rp40,2 Triliun, Wagub Soroti Kemiskinan dan Nasib Masyarakat Lokal

Selasa, 1 September 2026 - 20:29 WIB

Polda Malut Perkuat Patroli dan Pencegahan Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan

Berita Terbaru

Good News

Fifian Adeningsi Mus Dipercaya Pimpin DPC HKTI Kepulauan Sula

Minggu, 20 Sep 2026 - 23:46 WIB