Festival Sorame Gam Ngofa Loa Ma Munara Jadi Ruang Pelestarian Budaya Tidore

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIDORE – Nuansa adat dan semangat generasi muda mewarnai pembukaan Festival Sorame Gam Ngofa Loa Ma Munara yang digelar di Lapangan Bola Dusun Paceda, Desa Akedotilou, Kecamatan Oba Tengah, Rabu 13 Mei 2026

Festival bertema “Kabata” Kolaborasi Adat Budaya Seaturan itu dibuka secara resmi oleh Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, dan dihadiri Sultan Tidore, Husain Alting Sjah, anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan, pimpinan organisasi perangkat daerah, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Muhammad Sinen menekankan pentingnya filosofi “Jasmerah” atau jangan sekali-kali melupakan sejarah sebagai pijakan menjaga identitas budaya masyarakat Tidore.

“Nilai budaya dan sejarah kita ibarat uang seratus ribu rupiah. Meski diremas atau diinjak, nilainya tetap tinggi dan tidak akan berubah. Itulah identitas kita yang harus dijaga di tengah kemajuan teknologi,” katanya.

Baca Juga :  Saluma” Menggema dari Tidore, Dorong Kreativitas Anak Muda dan Pelestarian Budaya

Sebagai bentuk komitmen pelestarian budaya, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan telah menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk memasukkan bahasa Tidore ke dalam kurikulum sekolah. Bahkan, pemerintah berencana menetapkan satu hari khusus dalam sepekan bagi siswa untuk menggunakan bahasa daerah dalam komunikasi sehari-hari.

Muhammad Sinen juga mengajak generasi muda untuk terus membangun akhlak dan pola pikir positif serta berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Jadilah agen perubahan. Jangan bertanya apa yang diberikan pemerintah kepadamu, tetapi tanyakan apa yang sudah kamu berikan untuk daerahmu,” ujarnya.

Sementara itu, Sultan Tidore, Husain Alting Sjah, dalam pesannya menekankan pentingnya nilai kemanusiaan dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Menurut Sultan, kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh warna kulit maupun asal suku, melainkan dari amal dan kualitas kemanusiaannya.

Ia juga menyoroti kondisi ekonomi global yang berdampak pada pemangkasan anggaran daerah. Karena itu, masyarakat diajak lebih kreatif dan mandiri, termasuk dalam pengelolaan sampah secara swadaya untuk membantu meringankan beban pemerintah.

Baca Juga :  Tradisi Tasyrik Bega, Warisan Leluhur yang Terus Menyatukan Generasi

“Mari kita doakan para pemimpin kita agar tetap amanah membawa rahmat bagi daerah,” kata Sultan.

Ketua Panitia, Cintia Muhammad, mengatakan festival tersebut bertujuan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkuat ketahanan budaya lokal di tengah arus globalisasi.

Berbagai perlombaan digelar dalam festival itu, mulai dari lomba tarian daerah, dialog bahasa Tidore, baca puisi hingga karaoke solo lagu daerah yang diikuti pelajar tingkat SD, SMP dan SMA.

Panitia berharap Festival Sorame Gam Ngofa Loa Ma Munara dapat ditetapkan sebagai agenda budaya tahunan resmi Pemerintah Kota Tidore Kepulauan bersama Kesultanan Tidore agar pembinaan budaya dapat dilakukan secara berkelanjutan.(*)

Berita Terkait

Sanggar Ana Nopa Lida Yai Hidupkan Tradisi Salay, Jaga Identitas Budaya Sula
KKSS Tidore Meriahkan Karnaval Budaya Kieraha, Tegaskan Komitmen untuk Maluku Utara
Revitalisasi Nilai Lokal Kie Se Kolano, Generasi Muda Diajak Kembali ke Akar Budaya
Warga Patungan Rp10 Juta untuk Buka Jalan Tani di Mafututu
Jauh dari Kota, Dekat dengan Indonesia: Tiga Pemuda Tobelo Dalam Kibarkan Merah Putih di Pedalaman Halmahera
Puncak Semarak HUT RI Ke-81, BPD KKSS dan PD IWSS Tidore Kepulauan Pererat Silaturahmi
Gubernur Sherly Hadiri Renungan Suci di TMP Banau
Meriam Portugis dan Rumah Gubernur Pertama Irian Barat Jadi Cagar Budaya Nasional
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Sanggar Ana Nopa Lida Yai Hidupkan Tradisi Salay, Jaga Identitas Budaya Sula

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:00 WIB

KKSS Tidore Meriahkan Karnaval Budaya Kieraha, Tegaskan Komitmen untuk Maluku Utara

Senin, 21 September 2026 - 19:03 WIB

Revitalisasi Nilai Lokal Kie Se Kolano, Generasi Muda Diajak Kembali ke Akar Budaya

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:35 WIB

Warga Patungan Rp10 Juta untuk Buka Jalan Tani di Mafututu

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Jauh dari Kota, Dekat dengan Indonesia: Tiga Pemuda Tobelo Dalam Kibarkan Merah Putih di Pedalaman Halmahera

Senin, 17 Agustus 2026 - 05:09 WIB

Puncak Semarak HUT RI Ke-81, BPD KKSS dan PD IWSS Tidore Kepulauan Pererat Silaturahmi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Gubernur Sherly Hadiri Renungan Suci di TMP Banau

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:55 WIB

Meriam Portugis dan Rumah Gubernur Pertama Irian Barat Jadi Cagar Budaya Nasional

Berita Terbaru