TIDORE — Aksi protes yang dilakukan Badan Syarah di Desa Garojou, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, memantik amarah Kepala Desa Garojou, Halil Sabtu, yang melakukan aksi premanisme memukul salah satu anggota Badan Syarah, Irfan Umar.
Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh unggahan status WhatsApp milik Irfan yang menyoroti aksi pembakaran jubah Badan Syarah sebagai bentuk protes terhadap pemotongan insentif yang dinilai tidak adil.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Halil Sabtu disebut tidak terima dengan unggahan tersebut. Ia kemudian mendatangi rumah Irfan Umar, hingga terjadi cekcok yang berujung pada aksi pemukulan.
“Saya hanya menyampaikan pendapatnya terkait aksi protes yang terjadi. Namun diduga hal itu membuat kepala desa tersinggung hingga berujung pada tindakan kekerasan,” ujar Irfan, Senin (4/5/2025).
Tidak terima atas perlakuan tersebut, Irfan Umar langsung mengambil langkah hukum dengan melaporkan dugaan penganiayaan itu ke pihak kepolisian setempat, yakni Polsek Oba Utara.
Kasus ini pun menambah panjang polemik di Desa Garojou, setelah sebelumnya Badan Syarah melakukan aksi pembakaran jubah di depan kantor desa sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemotongan insentif yang dianggap sebagai pungutan liar dan merugikan.
Sejumlah warga berharap aparat penegak hukum dapat menangani kasus ini secara serius dan objektif, mengingat persoalan yang terjadi tidak hanya menyangkut dugaan kekerasan, tetapi juga konflik internal pemerintahan desa yang berdampak pada pelayanan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kepala Desa Garojou, Halil Sabtu, terkait dugaan pemukulan tersebut. Sementara pihak kepolisian disebut tengah menindaklanjuti laporan yang telah diajukan oleh korban.







