Festival Budaya Sumkusu III Resmi Dibuka, Dorong Pelestarian Budaya dan Solidaritas Warga

- Jurnalis

Minggu, 19 April 2026 - 07:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIDORE — Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Rahmawati Muhammad Sinen secara resmi membuka Festival Budaya Sumkusu III Tahun 2026 yang digelar di Kelurahan Ome, Kecamatan Tidore Utara, Sabtu (19/4/2026) malam.

Pembukaan festival tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pelestarian budaya lokal sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

Dalam sambutannya, Rahmawati mengapresiasi panitia dan masyarakat Kelurahan Ome yang dinilai telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap festival ini memberi dampak positif bagi upaya menjaga dan melestarikan budaya di Kota Tidore Kepulauan.

Baca Juga :  Cegah Punah, Bahasa Tidore Akan Digunakan di Semua Instansi Pemerintah

“Saya mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari panitia, pelaku seni, hingga masyarakat. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi pelestarian budaya di Kota Tidore,” ujarnya.

Ia juga berharap Festival Budaya Sumkusu III dapat berlangsung lancar, meriah, serta meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat, khususnya di Kelurahan Ome dan umumnya di Kota Tidore Kepulauan.

Sementara itu, Ketua Panitia Rugaya Amir menjelaskan, festival budaya ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Turnamen Sumkusu Cup II. Selain sebagai ajang seni dan budaya, kegiatan ini juga bertujuan untuk penggalangan dana pembebasan lahan pemakaman serta mempererat silaturahmi antarwarga.

Baca Juga :  Kartini Masa Kini di Tidore: Lomba Kebaya Nasional Jadi Ajang Inspirasi dan Pemberdayaan Perempuan

“Peserta berasal dari masyarakat di lingkungan 01 hingga 04 Kelurahan Ome. Festival ini menampilkan berbagai lomba seperti tari kreasi, karaoke, baca puisi, dan vokal grup,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap kategori lomba dibagi berdasarkan kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa, guna memberikan ruang partisipasi yang luas bagi masyarakat.(*)

Berita Terkait

Tradisi Tasyrik Bega, Warisan Leluhur yang Terus Menyatukan Generasi
Ketua DPRD Tidore Dukung Bahasa Tidore Masuk Kurikulum, Dinilai Penting Jaga Identitas Daerah
Festival Sorame Gam Ngofa Loa Ma Munara Jadi Ruang Pelestarian Budaya Tidore
Festival Sumkusu III Jadi Ruang Pelestarian Budaya Lokal di Tidore Kepulauan
Cegah Punah, Bahasa Tidore Akan Digunakan di Semua Instansi Pemerintah
Kolaborasi Rebab dan Gitar Hidupkan Promosi “Discovery The Natural Treasure Tidore & Ternate” di Jakarta
Promosikan “Harta Karun Nasional”, Wakil Wali Kota Ahmad Laiman Paparkan Potensi Wisata Tidore di Jakarta
Kartini Masa Kini di Tidore: Lomba Kebaya Nasional Jadi Ajang Inspirasi dan Pemberdayaan Perempuan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:30 WIB

Tradisi Tasyrik Bega, Warisan Leluhur yang Terus Menyatukan Generasi

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:31 WIB

Ketua DPRD Tidore Dukung Bahasa Tidore Masuk Kurikulum, Dinilai Penting Jaga Identitas Daerah

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:54 WIB

Festival Sorame Gam Ngofa Loa Ma Munara Jadi Ruang Pelestarian Budaya Tidore

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:19 WIB

Festival Sumkusu III Jadi Ruang Pelestarian Budaya Lokal di Tidore Kepulauan

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:43 WIB

Cegah Punah, Bahasa Tidore Akan Digunakan di Semua Instansi Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 - 17:50 WIB

Kolaborasi Rebab dan Gitar Hidupkan Promosi “Discovery The Natural Treasure Tidore & Ternate” di Jakarta

Selasa, 21 April 2026 - 19:20 WIB

Promosikan “Harta Karun Nasional”, Wakil Wali Kota Ahmad Laiman Paparkan Potensi Wisata Tidore di Jakarta

Selasa, 21 April 2026 - 08:14 WIB

Kartini Masa Kini di Tidore: Lomba Kebaya Nasional Jadi Ajang Inspirasi dan Pemberdayaan Perempuan

Berita Terbaru