MARASAI.iD – Lokasi pelaksanaan kegiatan Musabaqah Tilawah Quran (MTQ) ke –XXXVI tingkat Provinsi Maluku Utara tahun 2024 dinilai problematik, dan menjadi sorotan sejumlah pihak, termasuk dari Badan Eksekutif Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, Universitas Bumi Hijrah (UNIBRAH).
Fuad Ady Irfan selaku Presiden BEM Ilmu Pemerinahan UNIBRAH menganggap bahwa penetapan lokasi tersebut bersifat problematik, karena keterjangkauan dan akses masyarakat ke lokasi yang dinilai terlalu tertutup.
“Kegiatan jangan hanya hanya dijadikan agenda formalitas semata, tetapi juga menjadi ajang penyiaran islam lewat pembacaan ayat-ayat suci al-Quran, sehingga penetapan dua lokasi itu sangat tidak tepat,” ungkap FuadFuad pada media ini Sabtu (1/6/2024).
Menurutnya, penetapan lokasi MTQ menjadi sorotan karena Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Malut, secara mendadak pada rapat tanggal 29 Mei 2024 menetapkan kegiatan MTQ dilaksanakan di Kota Ternate, tepatnya di Asrama Haji Ngade dan Aula kampus UMMU.
Padahal, kegiatan yang akan dilangsungkan pada tanggal 23 -28 Juni 2024 ini, awalnya sudah direncanakan dilaksanakan di Sofifi.
Menurutnya, lokasi kegiatan MTQ hanya bisa disaksikan oleh sebagian orang saja karena lokasinya yang dianggap tertutup. padahal ini menjadi ajang untuk menginspirasi masyarakat agar ke depan bisa menumbuhkan kecintaan terhadap al-Quran dan pentingnya pendidikan Qurani sejak dini.
“Untuk itu kami mendesak MTQ tingkat Provinsi Maluku Utara sebaiknya di selenggaran di Sofifi, yang lebih kondusif, karena terbukti sukses melaksanakan Seleksi Tilawah Quran (STQ) tingkat Nasional yang di selenggarakan beberapa tahun lalu,” ujarnya.
Fuad bilang, Sofifi layak untuk dijadikan venue karena ada Masjid Raya Shafful Khairaat, yang lebih terbuka dan dapat disaksikan khalayak masyarakat.
“Dan ini juga sebagai salah satu bentuk menghidupkan Sofifi sebagai ibu kota Provinsi Maluku Utara,” jelasnya .






