TERNATE, – Setelah menerima barcode pembayaran atau QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) untuk merchant atas nama PESANt MU, yang merupakan akronim dari Pengelolaan Santunan Anak Terlantar Maluku Utara, maka fokus selanjutnya dari implementasi aksi perubahan adalah melakukan sosialisasi dan publikasi secara masif kepada seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan.
Hal itu di ungkapkan oleh Susan E. Garusim, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Budi Sentosa dan Rumah Sejahtera Ternate, usai menerima QRIS dan Rekening Anak Anak Asuh dari pihak Bank di kantornya, Selasa (29/8).
Susan menambahkan, bahwa dengan adanya QRIS ini, maka metode penerimaan santunan yang kita rencanakan menggunakan beberapa saluran sudah lengkap.
“Untuk memudahkan pemberi santunan menyalurkan santunannya kepada anak anak asuh di panti kami, maka salurannya bisa dengan cara di antar langsung ke Panti, melalui rekening PESANt MU, Kotak Santunan yang disediakan, Rekening Anak-anak Asuh dan atau melalui QRIS ini,” jelas Susan.
Kesemua hal ini, lanjut Susan, merupakan terobosan dan inovasi yang kita lakukan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin menyantuni anak anak panti serta membangun kepercayaan melalui pengelolaan santunan yang transparan dan akuntabel.
“Meskipun panti ini adalah milik pemerintah, dimana sebagian besar kebutuhan anak seperti makan minum, biaya Pendidikan, biaya Kesehatan dan biaya lainnya telah dianggarkan dalam DPA Panti, namun kami tidak menutup pintu untuk masyarakat yang menyalurkan santunannya. Kami hanya memfasilitasi untuk masyarakat terlibat langsung bersama pemerintah dalam mensejahterakan anak-anak terlantar,” ungkap Susan.
Dengan dilaksanakanan pengelolaan santunan melalui PESANt MU, kita berharap agar santunan yang diberikan oleh Masyarakat dapat dipertanggungjawabkan serta memberikan manfaat yang lebih besar kepada anak-anak sebagai penerima manfaat.
“Untuk santunan dalam bentuk barang atau makanan, maka langsung diberikan kepada anak-anak, namun santunan dalam bentuk uang akan dikelola melalui PESANt MU, sehingga selain memenuhi kebutuhan yang tidak dapat dicover oleh anggaran pemerintah, dapat juga di tabung di rekening anak-anak sebagai tabungan Pendidikan,” kata susan.
Sementara itu, terkait QRIS, Susan menyebutkan bahwa selain melalui scan barkode, pemberian santunan dapat juga menggunakan Ovo, Dana, Gopay dan dompet pembayaran digital lainnya, satu QRIS untuk semua.
“QRIS ini bisa dipakai untuk semua aplikasi pembayaran digital yang ada, dan tidak dikenakan potongan karena
Merchant PESANt MU merupakan kategori Sosial sehingga tidak ada potongan apapun,” tutur Susan.
Untuk diketahui bahwa Pengelolaan Santunan Anak Terlantar Maluku Utara atau PESANt MU adalah gagasan proyek perubahan yang dibuat oleh Susan E. Garusim sebagai peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku Utara.
(HMS – PSAA-BS.RS)






