Ilmuwan Temukan Teknologi untuk Menjelajah Dunia lain

- Jurnalis

Selasa, 14 Maret 2023 - 05:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE – Ilmuwan menemukan teknologi untuk menjelajah dunia lain, ia selalu menemukan cara baru untuk mencari kehidupan di dunia lain baik secara langsung maupun tidak.

Para ilmuwan dapat menggunakan endapan es agar lebih memahami sejarah dunia misterius.

Salah satu teknologi yang diusulkan adalah Melter-Sublimator for Ice Science (MSIS).

Tersirat dari namanya, teknologi akan memeriksa inti es untuk analisis kimia, biologis, dan unsur dengan harapan tidak hanya memberikan catatan yang lebih rinci soal benda planet seperti Bulan, Mars, Europa, Enceladus, tapi juga memahami supernova dan cuaca luar angkasa.

Baca Juga :  Mesti Tahu! Ini Potensi Artificial Intelligence Alias Kecerdasan Buatan di Indonesia

Misi yang diusulkan untuk ilmu inti es bukanlah hal baru, dengan beberapa saran untuk mengebor atau melelehkan jalan menuju targetnya.

Dengan MSIS, tujuannya bukan untuk mengebor atau memanaskan sampel, tetapi untuk memproses dan memeriksa sampel es setelah diekstraksi.

“MSIS menggunakan dua metode untuk pra-pemrosesan inti es: Mencair dan menyublim, yang dapat digunakan dalam kombinasi,” kata Alexander Chipps, seorang sarjana Teknik Mesin di Institut Teknologi Georgia dan penulis utama studi tersebut sebagaimana dikutip dari Space.com.

Desain MSIS saat ini memungkinkan untuk menampung stik es berukuran 1,3 inci kali 1,3 inci dengan dua komponen utama yaitu Melter dan Sublimator.

Baca Juga :  Mesti Tahu! Ini Potensi Artificial Intelligence Alias Kecerdasan Buatan di Indonesia

Melter memungkinkan akses individu ke bagian inti dalam, tengah, dan luar batang es dengan membagi batang es menjadi tiga bagian melintang saat meleleh, yang pada akhirnya men
Sublimator, yang berada di atas Melter dapat melakukan analisis in-situ terhadap material atau residu sampel yang kembali ke Bumi melalui proses yang disebut prakonsentrasi.

Ini akan mengurangi proses kompleks yang secara tradisional diperlukan dalam menyimpan dan mengembalikan sampel besar ke Bumi. (*)

Berita Terkait

Mesti Tahu! Ini Potensi Artificial Intelligence Alias Kecerdasan Buatan di Indonesia
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Maret 2023 - 05:28 WIB

Mesti Tahu! Ini Potensi Artificial Intelligence Alias Kecerdasan Buatan di Indonesia

Selasa, 14 Maret 2023 - 05:16 WIB

Ilmuwan Temukan Teknologi untuk Menjelajah Dunia lain

Berita Terbaru

Peserta seleksi KIP Malut mengikuti tahapan Psikotest

Good News

Seleksi KIP Malut Masuki Tahapan Psikotes dan Dinamika Kelompok

Kamis, 11 Des 2025 - 22:24 WIB