DPRD Sebut Gubernur Cuma Formalitas Sampaikan KUA PPAS

- Jurnalis

Kamis, 7 Agustus 2025 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iswanto, anggota DPRD Malut dari fraksi Hanura.

Iswanto, anggota DPRD Malut dari fraksi Hanura.

SOFIFI – Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dari Fraksi Hanura, Iswanto, menilai pernyataan Gubernur yang menginginkan kolaborasi dengan DPRD hanya sebatas formalitas. Faktanya, kata dia, lembaga legislatif tidak dilibatkan dalam sejumlah proses penting, termasuk pergeseran anggaran tahap 1 hingga tahap 5.

Pernyataan itu disampaikan Iswanto dalam Rapat Paripurna penyampaian Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026, Kamis (7/8/2025). Ia menyoroti keterlambatan penyampaian KUA-PPAS yang baru diajukan pada Agustus, padahal menurut regulasi, seharusnya disampaikan pada minggu kedua Juli.

Baca Juga :  Reses di Desa Yawal, Warga Curhat Jalan Setapak hingga Listrik Sering Padam ke Rahmawati Muhammad

“Ini sudah kali ketiga diagendakan, dua kali sebelumnya batal. Aturan jelas di PP Nomor 12 Tahun 2019 dan Permendagri Nomor 77 bahwa penyampaian KUA-PPAS kepada DPRD dilakukan sekitar 15 Juli. Keterlambatan ini mengganggu pembahasan selanjutnya dan berdampak buruk pada siklus pembangunan,” tegasnya.

Iswanto menyebut, sikap pemerintah daerah yang lamban menunjukkan ketidaksiapan tim penyusun KUA-PPAS. Ia bahkan menyebut penyampaian kali ini hanya formalitas, mengingat saat ini DPRD juga sedang membahas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang menjadi peta besar pembangunan daerah.

Baca Juga :  Hujan Deras Picu Banjir di Mangoli, Satu Warga Dilaporkan Meninggal Dunia

“RPJMD diturunkan ke dalam RKPD, lalu lahirlah KUA-PPAS. Kalau penyampaiannya terlambat, artinya tidak ada keseriusan. Kami menilai pemerintah ini tidak serius membangun daerah,” ujarnya.

Ia juga mendesak Gubernur untuk mengevaluasi seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilainya tidak serius dalam bekerja. “Kalau mau membangun daerah, semua harus komitmen. Jangan hanya bicara kolaborasi, tapi prakteknya kami di DPRD tidak dianggap,” tandas Iswanto.

Berita Terkait

DPRD Tidore Sahkan Ranperda LPj APBD 2025, Wali Kota Tekankan Transparansi Keuangan
Paripurna DPRD, Wali Kota Tidore Tekankan Transparansi Keuangan dan Belanja Berorientasi Kesejahteraan
Perda Inovasi Daerah Disahkan, Wali Kota Tegaskan Inovasi Kunci Kemajuan Tidore
DPRD dan Pemkot Tidore Bahas Ranperda Inovasi untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
Disiplin Anggota DPRD Tidore Disorot, BK Siapkan Sanksi Bertahap
Reses di Desa Gulapapo, Warga Usulkan Bus Sekolah, Beasiswa hingga Bantuan Nelayan
Reses di SMAN 2 Haltim, Astrid Tiarasari Yasin Serap Aspirasi Perbaikan Fasilitas Sekolah hingga Alat Praktikum
Reses di Desa Yawal, Warga Curhat Jalan Setapak hingga Listrik Sering Padam ke Rahmawati Muhammad
Berita ini 97 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:37 WIB

DPRD Tidore Sahkan Ranperda LPj APBD 2025, Wali Kota Tekankan Transparansi Keuangan

Senin, 13 Juli 2026 - 11:47 WIB

Paripurna DPRD, Wali Kota Tidore Tekankan Transparansi Keuangan dan Belanja Berorientasi Kesejahteraan

Senin, 22 Juni 2026 - 06:00 WIB

Perda Inovasi Daerah Disahkan, Wali Kota Tegaskan Inovasi Kunci Kemajuan Tidore

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:59 WIB

DPRD dan Pemkot Tidore Bahas Ranperda Inovasi untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

Senin, 11 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disiplin Anggota DPRD Tidore Disorot, BK Siapkan Sanksi Bertahap

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:40 WIB

Reses di Desa Gulapapo, Warga Usulkan Bus Sekolah, Beasiswa hingga Bantuan Nelayan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 16:12 WIB

Reses di SMAN 2 Haltim, Astrid Tiarasari Yasin Serap Aspirasi Perbaikan Fasilitas Sekolah hingga Alat Praktikum

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:29 WIB

Reses di Desa Yawal, Warga Curhat Jalan Setapak hingga Listrik Sering Padam ke Rahmawati Muhammad

Berita Terbaru