BPBD Malut Tinjau Lokasi Terdampak Abrasi di Morotai

- Jurnalis

Selasa, 4 April 2023 - 05:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim BPBD Malut saat meninjau langsung lokasi abrasi di Desa Lusuo Pulau Morotai.

Tim BPBD Malut saat meninjau langsung lokasi abrasi di Desa Lusuo Pulau Morotai.

MOROTAI, Berada tepat di bibir samudera Pasifik, membuat masyarakat di Kabupaten Pulau Morotai rawan terdampak abrasi pantai, salah satunya di Desa Lusuo Kecamatan Morotai Utara.

Hal ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara, menurunkan tim sebanyak 10 orang yang terdiri dari Tim ahli lingkungan (DR. Yumima Sinyo, S.Pd, M.Si) Universitas Khairun Ternate dan tim ahli sosial kemasyarakatan (DR. Yulinda Uang, S.IP, M.Si) dari Universitas Halmahera yang direkomendasikan oleh Ikatan Alumni Universitas Diponegoro Maluku Utara, serta tenaga ahli desain konstruksi (Sudirman Hi Umar, S.T, M.T) yang diutus oleh Fakultas Teknik Universitas Khairun Ternate, inspektorat Provinsi Malut dan Kejaksaan Tinggi Malut untuk meninjau langsung lokasi tersebut, Senin (3/4/2023).

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Malut Fehby Alting melalui koordinator tim, Rosihan Ismail menyebutkan tujuan tinjauan lokasi ini untuk dapat melakukan kajian terkait dengan langkah apa yang harus segera dilakukan.

Baca Juga :  Basarnas Ternate Gelar Workshop SAR di Halmahera Barat, Warga Dibekali Pengetahuan Tanggap Darurat

“Hasil tinjauan ini akan melahirkan langkah langkah cepat yang harus segera dilakukan, karena ini masuk kategori bencana maka penanganannya juga harus cepat untuk keselamatan masyarakat,” kata Abang Rosi sapaan akrab Rosihan.

Dari hasil tinjauan ini, ditemukan sekitar 18 Kepala Keluarga (KK) di RT 1 yang bermukim di dekat Pantai Lusuo sudah merasakan dampak langsung abrasi, yang membuat rumah mereka rusak dihantam ombak, pada saat pasang dan musim ombak air bahkan masuk sejauh 200 meter ke pemukiman warga.

Santosa salah satu pemilik rumah yang paling rusak parah, terpaksa harus direlokasikan ke tempat lain yang lebih aman. Kini nasib 1.162 jiwa warga Desa Lusuo juga was was setiap kali musim ombak.

“Sudah lama ini terjadi setiap air pasang dan musim ombak, tapi paling parah itu di setiap bulan Desember hampir sepanjang bulan itu air pasang sampai ke pemukiman,” kata Kepala Desa Lusuo, Marlon S. Bumulo.

Baca Juga :  Pemkab Kepulauan Sula Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Umaloya

Menurutnya, persoalan ini sudah sangat meresahkan warga terutama yang tinggal di bibir pantai, sehingga diupayakan untuk proses relokasi ke wilayah yang lebih aman.

“Kita sudah programkan untuk pembebasan lahan sebagai lokasi baru, akan tetapi terkendala dengan aturan dana desa tidak bisa dipakai untuk belanja lahan seperti itu, sehingga kami harapkan bantuan dari pemerintah provinsi dan kabupaten untuk membangun talud penahan ombak dan relokasi,” harap Kades Marlon yang baru menjabat 3 bulan ini.

Menanggapi hal ini, Kalak BPBD Kabupaten Pulau Morotai, Muslim Djumati yang turut mendampingi tim selama di Morotai juga berkomitmen untuk mencarikan solusi dari masalah abrasi di Desa Lusuo.

“Kami dari pemerintah kabupaten melalui BPBD Pulau Morotai sudah pernah turun dan berkomitmen untuk segera carikan solusi terbaik secepatnya,” ungkapnya.

Berita Terkait

BI Mengajar di Unibrah, Perkuat Literasi Keuangan Digital dan Wawasan Ekonomi Mahasiswa
Balai Bahasa Malut Olah Data Bahasa Daerah, Libatkan 40 Mahasiswa Unkhair Ternate
Update Uji Kualitas Udara Tidore Memburuk, Sejumlah Lokasi Berstatus Sangat Tidak Sehat
Pemkot Tidore Sesuaikan Pembelajaran dengan Kondisi Kualitas Udara
Wagub Malut Soroti Kinerja Penurunan Stunting, Baru 2 Desa Berkategori Baik di Dua Kabupaten
Susun RAD SDGs 2026–2030, Pemprov Malut Tekankan Pemerataan Pembangunan Wilayah Kepulauan
Wawali Tidore Buka Art Performance Legu-Legu 2.0, Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya Lokal
Pemkot Tidore Percepat Digitalisasi Bansos, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Dilibatkan
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:40 WIB

BI Mengajar di Unibrah, Perkuat Literasi Keuangan Digital dan Wawasan Ekonomi Mahasiswa

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Balai Bahasa Malut Olah Data Bahasa Daerah, Libatkan 40 Mahasiswa Unkhair Ternate

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Update Uji Kualitas Udara Tidore Memburuk, Sejumlah Lokasi Berstatus Sangat Tidak Sehat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Pemkot Tidore Sesuaikan Pembelajaran dengan Kondisi Kualitas Udara

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Wagub Malut Soroti Kinerja Penurunan Stunting, Baru 2 Desa Berkategori Baik di Dua Kabupaten

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Susun RAD SDGs 2026–2030, Pemprov Malut Tekankan Pemerataan Pembangunan Wilayah Kepulauan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Wawali Tidore Buka Art Performance Legu-Legu 2.0, Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya Lokal

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Pemkot Tidore Percepat Digitalisasi Bansos, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Dilibatkan

Berita Terbaru