MARASAI. iD– Tim futsal Angkatan 2013 Lucur Setengah (013 LURCE) Kepulauan Sula tampil impresif dalam pertandingan Ramadhan Futsal Tournament Cup 2025. Mereka sukses mengamankan tiket ke final setelah mengalahkan Angkatan 2019 dengan skor telak 6-3, pada Senin (25/3/2025) malam.
Laga yang berlangsung sengit sejak awal ini dibuka dengan gol cepat dari Fadel Buamona, membawa 013 LURCE unggul 1-0. Atmosfer pertandingan semakin memanas dengan sorak-sorai suporter dari kedua tim yang saling beradu yel-yel.
Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama. Pemain profesional BRI Liga 2 Indonesia, Ali Koroy, membawa Angkatan 2019 menyamakan kedudukan lewat tembakan jarak dekat. Tak berhenti di situ, Ali kembali mencetak gol beberapa menit kemudian, membalikkan keadaan menjadi 2-1 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, permainan semakin agresif. 013 LURCE terus menekan, hingga akhirnya Noken Sangadji berhasil menyamakan skor menjadi 2-2. Tak lama berselang, ia kembali mencetak gol, membawa timnya unggul 3-2.
Meski Angkatan 2019 terus berusaha mengejar, bahkan sempat menyamakan kedudukan melalui gol ketiga Ali Koroy, namun mereka tak mampu menahan gempuran 013 LURCE. Whady Koroy mencetak gol keempat, membuat skor berubah menjadi 4-3. Kondisi ini membuat mental pemain Angkatan 2019 terguncang.
Keunggulan semakin diperlebar setelah Noken Sangadji mencetak hattrick, membawa skor menjadi 5-3. Gol penutup kembali lahir dari kaki Whady Koroy, memastikan kemenangan 013 LURCE dengan skor akhir 6-3.
Berkat kemenangan ini, 013 LURCE akan bertemu Angkatan 2026 Kepulauan Sula di partai final pada Rabu (26/3/2025).
Pelatih 013 LURCE, Asrul Buamona, mengungkapkan bahwa timnya menggunakan strategi The Diamond dengan formasi 1-2-1, yang mengutamakan keseimbangan antara bertahan dan menyerang.
“013 LURCE tampil luar biasa dan menghibur para penikmat futsal di Kepulauan Sula. Namun, kami belum boleh berpuas diri. Masih ada satu laga final yang harus kami menangkan,” ujarnya.
Ia juga berharap agar tim terus mengevaluasi diri, mengurangi kesalahan, dan tetap fokus untuk membawa pulang trofi juara.
Di sisi lain, Asrul juga menaruh harapan kepada wasit agar tetap profesional dalam mengambil keputusan serta kepada panitia agar menjadikan pengalaman ini sebagai bahan evaluasi untuk turnamen selanjutnya.
“Terima kasih kepada panitia yang sudah hampir sukses menggelar turnamen ini hingga babak final,” tutupnya.






