SIGAP DATAMU: Proyek Perubahan S. Sandy Wibisono untuk Perkuat Tata Kelola Data Maluku Utara

- Jurnalis

Kamis, 4 Desember 2025 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Reformer S. Sandy Wibisono saat mempresentasikan proyek perubahan SIGAP DATAMU.

Reformer S. Sandy Wibisono saat mempresentasikan proyek perubahan SIGAP DATAMU.

TERNATE — Upaya memperbaiki tata kelola data pemerintahan di Provinsi Maluku Utara memasuki babak baru melalui proyek perubahan inovatif bertajuk SIGAP DATAMU (Strategi Peningkatan Peran Walidata Dalam Tata Kelola Data Sektoral Terintegrasi). Program ini digagas oleh S. Sandy Wibisono, S.STP, M.Si, Reformer sekaligus Kepala Bidang Persandian dan Statistik Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Provinsi Maluku Utara.

Proyek perubahan tersebut disosialisasikan dalam kegiatan resmi yang digelar pada Kamis (4/12/2025) di Ruang Halmahera Kantor BPS Provinsi Maluku Utara, Kota Ternate. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mendorong transformasi tata kelola data sektoral pemerintah daerah agar lebih terintegrasi dan berstandar satu data.

Sandy menjelaskan bahwa SIGAP DATAMU dirancang sebagai jawaban atas tantangan data sektoral yang selama ini tersebar, tidak seragam, dan belum sepenuhnya mendukung kebutuhan perencanaan pembangunan. “Proyek perubahan ini lahir karena kita butuh satu ekosistem data yang tertata, terkoordinasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Walidata harus menjadi lokomotifnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Melangkah Maju, Unibrah Gelar Bimtek SIAKAD untuk Optimalisasi Manajemen Digital
Sosialisasi proyek perubahan SIGAP DATAMU oleh reformer S. Sandy Wibisono.

Inovasi SIGAP DATAMU dibangun berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia serta Peraturan Gubernur Maluku Utara Nomor 40 Tahun 2022. Melalui dua regulasi ini, peran walidata dituntut semakin strategis sebagai penghubung antarkomponen data, mulai dari produsen data hingga pihak yang memanfaatkan data dalam kebijakan publik.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh perangkat daerah memahami bahwa data bukan hanya kewajiban administratif, tetapi fondasi dari keputusan yang baik. SIGAP DATAMU hadir untuk menyatukan ritme itu,” tegas Sandy.

Proyek perubahan ini mengarahkan transformasi tata kelola data pada dua fokus utama:

  1. Meningkatkan pemahaman perangkat daerah tentang peran walidata dalam mendukung implementasi Satu Data Indonesia.

  2. Memperkuat koordinasi dan integrasi data sektoral sehingga data yang disajikan lebih akurat, mutakhir, terpadu, dan mudah diakses.

Menurut Sandy, keberhasilan proyek ini akan sangat ditentukan oleh keseriusan perangkat daerah dalam mengelola data masing-masing. “Integrasi itu bukan hanya soal teknis, tapi komitmen. Ketika semua OPD satu suara, maka kualitas data dan kualitas pembangunan akan meningkat bersama,” katanya.

Baca Juga :  Sultan Tidore Apresiasi Para Kafilah Pemenang MTQ Tingkat Provinsi

Kegiatan sosialisasi diikuti 17 peserta dari 13 perangkat daerah, di antaranya Kominfosan, Bappeda, Dinas Kesehatan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan, PUPR, serta sejumlah dinas sektor lainnya. Seluruh peserta menerima pemaparan mengenai alur pengelolaan data, peran walidata, serta rancangan inovasi SIGAP DATAMU.

Melalui proyek perubahan ini, pemerintah provinsi menargetkan lahirnya tata kelola data yang lebih terstruktur dan terintegrasi, sehingga dapat mendukung kebijakan pembangunan berbasis data yang lebih presisi.

“SIGAP DATAMU bukan sekadar program, tapi gerakan bersama untuk membawa Maluku Utara menjadi daerah yang siap dengan data berkualitas. Ini langkah awal menuju budaya kerja yang data-driven,” tutup Sandy.

Berita Terkait

21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis
Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat
Tidore Utara Disiapkan Jadi DTW Baru, Disbudpar Kembangkan Wisata Bahari–Sejarah Rum dan Rum Balibunga, Butuh Rp41 Miliar
Cetak 80 Pengajar Utama, Balai Bahasa Malut Genjot Revitalisasi Bahasa Sawai di Halmahera Tengah
Pegawai Apresiasi Keterbukaan, Dikbud Malut Kick Off Program 2026 dengan Anggaran Rp783 Miliar
Kelola Rp783 Miliar, Dikbud Malut Tancap Gas Program 2026, Fokus Akses Sekolah dan Tekan Putus Sekolah
Balai Bahasa Maluku Utara Susun Modul Pembelajaran Bahasa Taliabu
Balai Bahasa Malut dan Pemkab Pulau Taliabu Perkuat Revitalisasi Bahasa Daerah
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:48 WIB

21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis

Jumat, 6 Februari 2026 - 02:18 WIB

Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat

Jumat, 6 Februari 2026 - 01:17 WIB

Cetak 80 Pengajar Utama, Balai Bahasa Malut Genjot Revitalisasi Bahasa Sawai di Halmahera Tengah

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:57 WIB

Pegawai Apresiasi Keterbukaan, Dikbud Malut Kick Off Program 2026 dengan Anggaran Rp783 Miliar

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:46 WIB

Kelola Rp783 Miliar, Dikbud Malut Tancap Gas Program 2026, Fokus Akses Sekolah dan Tekan Putus Sekolah

Jumat, 30 Januari 2026 - 18:47 WIB

Balai Bahasa Maluku Utara Susun Modul Pembelajaran Bahasa Taliabu

Jumat, 30 Januari 2026 - 10:15 WIB

Balai Bahasa Malut dan Pemkab Pulau Taliabu Perkuat Revitalisasi Bahasa Daerah

Rabu, 28 Januari 2026 - 06:04 WIB

Gelar DKT, Balai Bahasa Malut Susun Modul Pembelajaran Bahasa Sawai di Halteng

Berita Terbaru