MARASAI.iD – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK/SLB di Provinsi Maluku Utara yang digelar sejak 9 hingga 30 Juni 2025 mendapat sambutan positif dari masyarakat. Transparansi dan objektivitas dalam proses seleksi menjadi sorotan utama yang menuai apresiasi.
Salah satu orang tua siswa, Dila, mengungkapkan kepuasannya atas proses seleksi tahun ini. Anak perempuan Dila diterima di SMA Negeri 8 Kota Ternate melalui jalur prestasi. Ia menyebut pelaksanaan SPMB 2025 mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan SPMB oleh Dikbud Malut tahun ini karena menitikberatkan transparansi dalam proses seleksi,” kata Dila yang juga merupakan dosen di Universitas Khairun, Senin (7/7).
Menurutnya, sistem registrasi online yang diterapkan melalui situs resmi SPMB menjadi salah satu inovasi yang patut diapresiasi. Publik dapat memantau langsung tahapan verifikasi dan hasil seleksi secara real-time.
“Data perangkingan nilai pada jalur prestasi selalu terbarui. Ini membuka ruang check and balance yang sehat, dan membuat publik merasa dilibatkan dalam proses,” tambahnya.
Ia juga menyoroti mekanisme seleksi jalur prestasi yang terbagi menjadi dua kategori, yakni akademik dan non-akademik. Menurutnya, sistem tersebut memberi ruang adil bagi siswa berprestasi tanpa adanya intervensi dari pihak luar atau ‘orang dalam’.
“SPMB tahun ini membuka peluang bagi siswa untuk lulus secara objektif dan transparan. Ini menciptakan ruang keadilan yang nyata,” tegasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, Dila memberikan pujian kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara atas pelaksanaan SPMB 2025 yang dinilainya sebagai terobosan positif dalam peningkatan mutu pendidikan daerah.
“Dua jempol untuk Dikbud Malut. Terobosan ini adalah langkah nyata menuju perbaikan kualitas pendidikan. Sukses selalu untuk Pak Kadis dan seluruh jajarannya,” tutup Dila.
SPMB 2025 sendiri mengusung tema “Sekolah Bermutu untuk Semua” yang merefleksikan komitmen pemerintah untuk menjadikan pendidikan menengah di Maluku Utara lebih inklusif, transparan, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara adil dan merata.






