Asisten II Buka Rakor Capacity Building TPID Malut 2024, Tekankan Peningkatan SDM

- Jurnalis

Kamis, 5 Desember 2024 - 04:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten II Bidang Ekonomi dan Administrasi Pembangunan, Ir. Sri Haryanti Hatari, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (CB TPID).

Asisten II Bidang Ekonomi dan Administrasi Pembangunan, Ir. Sri Haryanti Hatari, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (CB TPID).

MARASAI.iD – Mewakili Penjabat (Pj) Gubernur Maluku Utara, Drs. H. Samsuddin A. Kadir, Asisten II Bidang Ekonomi dan Administrasi Pembangunan, Ir. Sri Haryanti Hatari, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (CB TPID)

se-Maluku Utara tahun 2024, Kamis (5/12). Kegiatan ini berlangsung di Meeting Room Kalamata 2 Waterboom, Ternate.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten II, Pj. Gubernur menegaskan pentingnya pengendalian inflasi sebagai salah satu indikator utama kestabilan ekonomi daerah.

“Inflasi yang tinggi dan tidak terkendali dapat memberikan dampak negatif terhadap kondisi sosial masyarakat,” ungkapnya.

Ia menyoroti tantangan geografis Maluku Utara dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Perbedaan aksesibilitas antarwilayah, ketergantungan pada pasokan barang dari luar daerah, serta dinamika harga komoditas menjadi tantangan utama yang memerlukan perhatian serius.

Baca Juga :  Astri Tiarasari Yasin Lakukan Sosialisasi 4 Konsensus Berbangsa dan Bernegara

“Rakor CB TPID ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dan kemampuan menghadapi tantangan pengendalian inflasi dan menjaga ketahanan pangan di daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas dan efektivitas TPID sangat penting. TPID tidak hanya berperan sebagai pengendali inflasi tetapi juga sebagai penggerak solusi berkelanjutan.

Kegiatan CB TPID bertujuan meningkatkan kemampuan teknis dan analitis, serta memperkuat koordinasi antar pihak untuk memastikan program ketahanan pangan terintegrasi dengan pengendalian inflasi.

Asisten II juga menyampaikan hasil rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2 Desember 2024. Inflasi Maluku Utara pada November tercatat sebesar 2,77% (year-on-year), dengan inflasi Kota Ternate mencapai 2,82% dan Halmahera Tengah 2,62%.

Komoditas penyumbang inflasi utama adalah ikan selar/tude dan tomat. Sementara itu, kenaikan harga beras, ikan segar, bawang merah, dan tarif angkutan udara juga turut memengaruhi inflasi di daerah ini.

Baca Juga :  Kapal Inflasi, Jurus Pemkot Tidore Tekan Inflasi di Wilayah Kepulauan

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku Utara, kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia perwakilan Maluku Utara yang terus mendampingi TPID dalam berbagai kegiatan, serta BPS yang selalu mendukung dengan data ekonomi,” tambahnya.

Rakor yang mengusung tema “Peningkatan Kapasitas dan Efektivitas dalam Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan” ini berlangsung sehari, didukung dana APBD Provinsi Maluku Utara 2024.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kepala Dinas Pangan Malut, perwakilan Bank Indonesia, dan BPS Malut. Peserta yang hadir meliputi TPID Provinsi, Kabupaten/Kota, asosiasi pedagang, distributor, serta tamu undangan lainnya.

 

 

Berita Terkait

Sekprov Malut Lantik Pejabat Baru, Gubernur Minta Birokrasi Hadirkan Solusi dan Percepat Inovasi
Balai Bahasa Maluku Utara Internalisasikan Budaya Kerja Berbasis Kinerja melalui Inovasi SIDAK
Pemprov Malut Siapkan Kontrak Payung Event Daerah, Sekda Targetkan Standarisasi Anggaran Lebih Efisien
Pemprov Malut Percepat Program Listrik Desa, Sekprov Koordinasikan Penyelesaian Kendala di 43 Titik
Dua Putra-Putri Terbaik Maluku Utara Wakili Daerah di Paskibraka Nasional 2026
Pemprov Malut Serahkan Ambulans untuk RSI PKU Muhammadiyah, Wagub Dorong Penguatan Layanan Kesehatan
Maluku Utara Susun Kajian Risiko Bencana 2026–2029, Gubernur Tekankan Data Akurat dan Kesiapsiagaan
Ekonomi Malut Tumbuh Pesat, Sekprov Ingatkan Tantangan Terbesar Masih pada IPM
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:20 WIB

Sekprov Malut Lantik Pejabat Baru, Gubernur Minta Birokrasi Hadirkan Solusi dan Percepat Inovasi

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:07 WIB

Balai Bahasa Maluku Utara Internalisasikan Budaya Kerja Berbasis Kinerja melalui Inovasi SIDAK

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:56 WIB

Pemprov Malut Siapkan Kontrak Payung Event Daerah, Sekda Targetkan Standarisasi Anggaran Lebih Efisien

Senin, 13 Juli 2026 - 23:38 WIB

Pemprov Malut Percepat Program Listrik Desa, Sekprov Koordinasikan Penyelesaian Kendala di 43 Titik

Senin, 13 Juli 2026 - 19:27 WIB

Dua Putra-Putri Terbaik Maluku Utara Wakili Daerah di Paskibraka Nasional 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:05 WIB

Pemprov Malut Serahkan Ambulans untuk RSI PKU Muhammadiyah, Wagub Dorong Penguatan Layanan Kesehatan

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:54 WIB

Maluku Utara Susun Kajian Risiko Bencana 2026–2029, Gubernur Tekankan Data Akurat dan Kesiapsiagaan

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:57 WIB

Ekonomi Malut Tumbuh Pesat, Sekprov Ingatkan Tantangan Terbesar Masih pada IPM

Berita Terbaru