MARASAI.iD – Mewakili Penjabat (Pj) Gubernur Maluku Utara, Drs. H. Samsuddin A. Kadir, Asisten II Bidang Ekonomi dan Administrasi Pembangunan, Ir. Sri Haryanti Hatari, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (CB TPID)
se-Maluku Utara tahun 2024, Kamis (5/12). Kegiatan ini berlangsung di Meeting Room Kalamata 2 Waterboom, Ternate.
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten II, Pj. Gubernur menegaskan pentingnya pengendalian inflasi sebagai salah satu indikator utama kestabilan ekonomi daerah.
“Inflasi yang tinggi dan tidak terkendali dapat memberikan dampak negatif terhadap kondisi sosial masyarakat,” ungkapnya.
Ia menyoroti tantangan geografis Maluku Utara dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Perbedaan aksesibilitas antarwilayah, ketergantungan pada pasokan barang dari luar daerah, serta dinamika harga komoditas menjadi tantangan utama yang memerlukan perhatian serius.
“Rakor CB TPID ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dan kemampuan menghadapi tantangan pengendalian inflasi dan menjaga ketahanan pangan di daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas dan efektivitas TPID sangat penting. TPID tidak hanya berperan sebagai pengendali inflasi tetapi juga sebagai penggerak solusi berkelanjutan.
Kegiatan CB TPID bertujuan meningkatkan kemampuan teknis dan analitis, serta memperkuat koordinasi antar pihak untuk memastikan program ketahanan pangan terintegrasi dengan pengendalian inflasi.
Asisten II juga menyampaikan hasil rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2 Desember 2024. Inflasi Maluku Utara pada November tercatat sebesar 2,77% (year-on-year), dengan inflasi Kota Ternate mencapai 2,82% dan Halmahera Tengah 2,62%.
Komoditas penyumbang inflasi utama adalah ikan selar/tude dan tomat. Sementara itu, kenaikan harga beras, ikan segar, bawang merah, dan tarif angkutan udara juga turut memengaruhi inflasi di daerah ini.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku Utara, kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia perwakilan Maluku Utara yang terus mendampingi TPID dalam berbagai kegiatan, serta BPS yang selalu mendukung dengan data ekonomi,” tambahnya.
Rakor yang mengusung tema “Peningkatan Kapasitas dan Efektivitas dalam Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan” ini berlangsung sehari, didukung dana APBD Provinsi Maluku Utara 2024.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kepala Dinas Pangan Malut, perwakilan Bank Indonesia, dan BPS Malut. Peserta yang hadir meliputi TPID Provinsi, Kabupaten/Kota, asosiasi pedagang, distributor, serta tamu undangan lainnya.






