MARASAI.id – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Wilayah Maluku Utara dan Daerah Halmahera Barat melakukan pelatihan Financial Literacy for Women chapter Halmahera Barat (Hal baru) , yang berlangsung di aula Bidadari Pemkab Halbar, Sabtu (7/10/2023).
Peserta yang mengikuti kegiatan berasal dari para ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan majelis ta’lim yang merupakan pelaku usaha skala Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Halmahera Barat.
Narsumber yang memiliki kompetensi di bidangnya. Rista Zwestika sebagai financial planer dan Priskila Fachrudin adalah manajer dari Prudential.
Sebelum acara dilaksanakan, sambutan disampaikan Iqbal M. Aris Ali Ketua Umum Wilayah Maluku Utara. Dalam sambutannya menyebutkan bahwa MES memilih Halmahera Barat karena di Kabupaten ini belum pernah ada kegiatan yang diselenggarakan MES untuk meliterasi masyarakat terkait dengan keuangan syariah.
“Pertimbangan geografis menjadi alasan sehingga program MES baru diselenggarakan, ini merupakan ikhtiar MES untuk terus melakukan edukasi kepada masyarakat tidak hanya di perkotaan tetapi di pelosok pedesaan, untuk meningkatkan tingakt literasi masyarakat, ” ungkapnya.
Markus Saleki, asisten II Setda Halbar yang membuka acara tersebut, menyampaikan acara ini penting, karena persoalan rumah tangga didominasi oleh masalah ekonomi dan Perempuan menjadi titik sentral dalam rumah tangga.
“Perempuan yang mengatur keuangan agar keluarga dapat memenuhi kebutuhan hidup untuk itu perlu pengetahuan keuangan,” katanya.
Rista sebagai pemateri pertama, menjelaskan bagaimana cara mengelola keuangan runah tangga. “dengan merencanakan keuangan rumah tangga, maka keluarga akan mengetahui apa yang harus dibeli, ” jelasnya.
Para peserta diminta untuk mengisi jumlah penerimaan dan pengeluaran selama sebulan untuk mengetahui keuangan masing-masing peserta.
Priskila selanjutnya, menjelaskan bahwa, kehidupan manusia pada masa depan memerlukan perlindungan. Karena, masa depan penuh ketidakpastian. Seperti ada musibah kecelakaan dan sakit. “untuk itu dalam rencana keuangan perlu dimasukkan asuransi agar terlindungi dari kesulitan keuangan,” lanjutnya.
Selain peserta perempuan yang hadir di ruangan, panitia juga menyediakan fasilitas daring (on-line), sehingga yang mengikuti kegiatan tersebut bukan saja dari masyarakat Halmahera Barat, tetapi seluruh masyarakat Indonesia.





