Pemkab Kepulauan Sula Siap Kawal Hilirisasi Kelapa Demi Sejahterakan Petani

- Jurnalis

Jumat, 28 November 2025 - 03:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten I, Sutomo Teapon, usai mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Sinergi Hilirisasi Kelapa dan Reforma Agraria yang dihadiri juga oleh Gubernur Maluku Utara.

Asisten I, Sutomo Teapon, usai mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Sinergi Hilirisasi Kelapa dan Reforma Agraria yang dihadiri juga oleh Gubernur Maluku Utara.

SANANA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sula menyatakan dukungan penuh terhadap program hilirisasi kelapa yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kepulauan Sula, Fifian Adeningsi Mus melalui Asisten I, Sutomo Teapon, usai mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Sinergi Hilirisasi Kelapa dan Reforma Agraria yang digelar Pemerintah Provinsi Maluku Utara di Muara Hotel, Kota Ternate, Kamis (27/11/2025).

Sutomo menjelaskan bahwa hilirisasi kelapa merupakan program nasional yang harus disikapi secara positif oleh seluruh daerah. Ia mengungkapkan, Pemkab Kepulauan Sula sebelumnya telah melakukan survei komoditas dan penyusunan konsep hilirisasi sektor perkebunan kelapa dan cengkeh bersama PT Halmahera Agro Lestari Perkasa, yang fokus pada pemanfaatan sumber daya alam (SDA), khususnya di bidang perkebunan.

Baca Juga :  YLBH Walima Sula dan Lapas Sanana Teken MoU Posbakum Pemasyarakatan

“Kami mengarahkan agar kita bersama-sama melakukan survei lapangan dan berdiskusi dengan para petani di Pulau Sulabesi dan Mangoli. Bila kehadiran investor ini menguntungkan masyarakat serta memberikan kontribusi terhadap daerah, tentu harus kita dukung,” ujarnya.

Baca Juga :  KONI Kepulauan Sula Daftarkan 69 Atlet ke Porprov Malut V, Siap Bertarung di 11 Cabor

Menurut Sutomo, sebelum dilakukan survei lebih jauh, instansi teknis di Kepulauan Sula perlu menghitung Nilai Tukar Petani (NTP) sebagai langkah strategis. Sebab, NTP merupakan indikator penting untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani.

“Ini penting dilakukan agar kita dapat mengetahui kemampuan produk yang dihasilkan atau dijual petani, sehingga bisa dibandingkan dengan produk yang dibutuhkan petani, baik untuk proses produksi maupun kebutuhan rumah tangga,” pungkasnya.

Berita Terkait

Jembatan Garuda Merah Putih di Fat Iba Diresmikan, Dandim Sula Ajak Warga Jaga Hasil Gotong Royong
Maulid Nabi di Taliabu, Fifian Adeningsi Mus Pererat Silaturahmi Sula dan Taliabu
DWP Kepulauan Sula Kunjungi Galeri Mini Taliabu, Belajar Olah Bahan Lokal Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomi
Ke BKN RI, Pemkab Sula Matangkan Penerapan Manajemen Talenta ASN
Pemkab Sula dan Forkopimda Gelar Sholat Istisqa, Ikhtiar Memohon Turunnya Hujan
PTUN Ambon Tolak Gugatan Mantan Kades Pohea, Inspektorat Sula Menang
UPT Puskesmas Kabau Diresmikan, Pemkab Sula Minta Warga Ikut Jaga Fasilitas Kesehatan
Aliansi Kawata Bersatu Tuntut Kematian Riswan Umasugi Diusut Tuntas
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 04:53 WIB

Jembatan Garuda Merah Putih di Fat Iba Diresmikan, Dandim Sula Ajak Warga Jaga Hasil Gotong Royong

Jumat, 11 September 2026 - 18:49 WIB

Maulid Nabi di Taliabu, Fifian Adeningsi Mus Pererat Silaturahmi Sula dan Taliabu

Jumat, 11 September 2026 - 14:13 WIB

DWP Kepulauan Sula Kunjungi Galeri Mini Taliabu, Belajar Olah Bahan Lokal Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomi

Selasa, 1 September 2026 - 19:07 WIB

Ke BKN RI, Pemkab Sula Matangkan Penerapan Manajemen Talenta ASN

Selasa, 1 September 2026 - 10:18 WIB

Pemkab Sula dan Forkopimda Gelar Sholat Istisqa, Ikhtiar Memohon Turunnya Hujan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:20 WIB

PTUN Ambon Tolak Gugatan Mantan Kades Pohea, Inspektorat Sula Menang

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:15 WIB

UPT Puskesmas Kabau Diresmikan, Pemkab Sula Minta Warga Ikut Jaga Fasilitas Kesehatan

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Aliansi Kawata Bersatu Tuntut Kematian Riswan Umasugi Diusut Tuntas

Berita Terbaru