TIDORE — Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tidore Kepulauan, Mansyur Djamal, menyoroti pentingnya peran pemuda dalam menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Tidore Kepulauan.
Hal itu disampaikan Mansyur saat memberikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Ikatan Pemuda Selawaring di Aula BPMP Maluku Utara, Minggu (3/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Mansyur mengajak seluruh elemen pemuda untuk berkolaborasi aktif dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui edukasi yang dimulai dari lingkungan sekolah.
Menurutnya, pemuda memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai pentingnya pendidikan inklusif dan budaya anti-kekerasan.
“Maka dari itu kita semua harus berkolaborasi. Selepas dari musyawarah ini, pergilah ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi agar mereka mendapat pendidikan inklusif dan pendidikan yang anti-kekerasan,” kata Mansyur.
Ia juga mengungkapkan telah berkoordinasi dengan sejumlah forum peduli perempuan dan anak guna membangun sinergi bersama pemuda serta pemerintah desa dan kelurahan di Kota Tidore Kepulauan.
Kolaborasi tersebut, lanjut dia, diarahkan pada kegiatan sosialisasi dan advokasi untuk membantu pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan kekerasan, terutama yang menimpa perempuan dan anak.
“Semalam saya berkoordinasi dengan ketua forum perempuan. Saya meminta minimal dua perwakilan perempuan untuk turun ke desa maupun kelurahan, membuat pelatihan tentang gender yang melahirkan agen-agen di semua desa guna membantu pemerintah menekan angka kekerasan,” ujarnya.(*)







