SANANA – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Babussalam Sula, Maluku Utara, sukses menggelar Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana Strata Satu (S1) Angkatan ke-XII Tahun Akademik 2025–2026, Selasa (20/1/2026).
Ketua STAI Babussalam Sula, Sahrul Takim, menyampaikan bahwa sebanyak 77 mahasiswa resmi dikukuhkan sebagai sarjana. Jumlah tersebut terdiri dari 25 wisudawan Jurusan Syari’ah dan 52 wisudawan Jurusan Tarbiyah.
Namun demikian, Sahrul mengungkapkan bahwa jumlah wisudawan STAI Babussalam Sula mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Menurutnya, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh minimnya minat masyarakat terhadap pendidikan tinggi, melainkan keterbatasan ekonomi.
“Setiap tahun jumlah wisudawan semakin berkurang. Dari riset terbatas yang kami lakukan, masyarakat pada umumnya terkendala biaya. Banyak yang memilih langsung bekerja di perusahaan tambang atau sektor lain yang lebih cepat menghasilkan uang,” ujar Sahrul kepada awak media.
Ia menjelaskan, penurunan jumlah mahasiswa berdampak langsung terhadap jumlah alumni kampus. Karena itu, STAI Babussalam Sula terus berupaya mencari solusi agar akses pendidikan tinggi tetap terbuka bagi masyarakat.
Saat ini, pihak kampus telah menjalin koordinasi dengan sejumlah pihak eksternal untuk mendukung pembiayaan pendidikan melalui program beasiswa. Di antaranya Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari Pemerintah RI, Beasiswa Maluku Utara Bangkit dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara, serta komitmen bantuan beasiswa dari Baznas.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat melihat kondisi ini sebagai kebutuhan riil masyarakat. Keinginan untuk kuliah itu ada, hanya saja terbentur biaya. Dengan adanya beasiswa, barulah sebagian masyarakat berani menyekolahkan anak-anak mereka ke perguruan tinggi,” jelasnya.
Mantan Ketua HMI Cabang Sanana ini juga menegaskan bahwa dari sisi sumber daya manusia, STAI Babussalam Sula telah memiliki dosen yang sesuai dengan bidang keilmuan dan jenjang pendidikan yang memadai. Selain itu, fasilitas kampus dinilai cukup menunjang, meski masih perlu penyempurnaan.
Untuk memperluas akses pendidikan, STAI Babussalam Sula juga membuka kelas pegawai bagi aparatur dan pekerja yang ingin melanjutkan studi. Perkuliahan dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Minggu.
“Alhamdulillah, kelas pegawai ini berjalan hampir setiap tahun. Mahasiswa dari Kabupaten Kepulauan Sula maupun Pulau Taliabu rata-rata bisa mengikuti perkuliahan dengan sistem ini,” tambahnya.
Sahrul pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia di daerah melalui penguatan institusi pendidikan tinggi.
“Mari saling bahu-membahu memajukan kampus ini sebagai salah satu aset penting dalam meningkatkan SDM di negeri ini,” pungkasnya.






