TIDORE – Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menekankan pentingnya persatuan dan kebersamaan di lingkungan tenaga pendidik. Menurutnya, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) harus hadir dan aktif hingga ke tingkat kecamatan agar rasa memiliki para guru terhadap organisasi semakin kuat.
“Kebersamaan dan persatuan guru menjadi hal yang paling diutamakan. PGRI harus turun hingga ke tingkat kecamatan dan mampu menciptakan kebersamaan,” ujar Muhammad Sinen saat menghadiri acara ramah tamah HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2025 yang digelar PGRI Cabang Tidore Utara di Aula BPMP Provinsi Maluku Utara, Kelurahan Rum, Minggu (30/11/2025).
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman dan Sekretaris Daerah Ismail Dukomalamo.
Wali Kota menambahkan, kegiatan seperti ini perlu dilakukan secara bergiliran di seluruh kecamatan untuk memperkuat kekompakan para guru di Kota Tidore Kepulauan.
“PGRI menghimpun seluruh tenaga pendidik. Yang dibutuhkan dari sebuah organisasi adalah kebersamaan dan persatuan. Mari jaga solidaritas para guru dan perkuat kekeluargaan dalam bingkai PGRI. Ke depan, HUT PGRI harus digelar secara bergantian di semua kecamatan,” tegasnya.
Ia juga mendorong PGRI Kota Tidore Kepulauan menciptakan suasana kebersamaan yang nyata di lapangan agar tenaga pendidik di tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa semakin bangga menjadi bagian dari organisasi.
“Harapan saya dan Pak Wakil Wali Kota, semangat para guru ini dapat memberikan dampak yang baik bagi siswa-siswi di Kota Tidore Kepulauan ke depan,” ungkapnya.
Wali Kota menutup sambutannya dengan mengingatkan bahwa guru harus menjadi teladan dalam menjaga persatuan serta mengedepankan musyawarah mufakat dalam setiap pengambilan keputusan organisasi.







