TIDORE – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan kembali menorehkan prestasi tingkat nasional setelah berhasil meraih dua penghargaan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia atas capaian kinerja Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
Dua penghargaan tersebut yaitu TP2DD Kota Terbaik III Wilayah Nusampua dan Rookie of The Year TP2DD Kota Terbaik II untuk kawasan Nusa Tenggara–Maluku–Papua. Penghargaan itu diterima oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Tidore Kepulauan, Mansur, dalam agenda Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah (Rakorpusda) P2DD Tahun 2025 yang berlangsung di Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (1/12/2025).
Mansur mengatakan bahwa penghargaan ganda ini menjadi bukti bahwa upaya digitalisasi pelayanan publik di Kota Tidore berjalan sesuai arah dan target pemerintah pusat.
“Dengan penghargaan ini, ke depan kita akan memperluas digitalisasi di berbagai titik seperti pelabuhan, sektor pariwisata, maupun di Perindagkop untuk mendukung transaksi non-tunai. Ini merupakan penghargaan TP2DD pertama untuk kategori Kota di Kawasan Nusampua, dan Tidore sebagai pendatang baru langsung meraih posisi terbaik kedua,” ungkapnya.
Ia menegaskan, dukungan pimpinan daerah serta kolaborasi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi kunci untuk memperkuat capaian tersebut. Mansur optimis pada 2026 Tidore Kepulauan dapat meraih Juara I sekaligus berpeluang mendapatkan insentif fiskal dari pemerintah pusat.
Hal senada disampaikan Kepala Bapperida Kota Tidore Kepulauan, Saiful Bahri Latif. Ia menilai, capaian TP2DD merupakan bukti meningkatnya kualitas pelayanan pemerintah daerah sekaligus langkah strategis untuk efisiensi penggunaan anggaran.
“Alhamdulillah, Kota Tidore Kepulauan mendapat penghargaan terbaik III kategori Kota pada Championship TP2DD dan terbaik II Rookie of The Year. Artinya, digitalisasi yang dilakukan pemerintah daerah sudah on the track, berada di jalur yang benar,” ujarnya.
Saiful menambahkan bahwa dua prestasi ini akan menjadi pemicu untuk memperluas implementasi digitalisasi di seluruh lini pembangunan pada tahun-tahun mendatang, sehingga reformasi pelayanan publik berbasis teknologi dapat dirasakan merata oleh masyarakat.






