TIDORE – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mulai mematangkan persiapan penjemputan gelar Pahlawan Nasional untuk Sultan Tidore, mendiang Alm. Zainal Abidin Syah, setelah resmi dianugerahi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore Kepulauan, Daud Muhammad, ditunjuk sebagai Ketua Panitia pelaksanaan penjemputan dan rangkaian acara syukuran tersebut.
“Penjemputan ini akan dilakukan pada 20 November 2025. Kita berharap ahli waris juga dapat hadir dalam kegiatan nanti,” ujar Daud saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (14/11/2025).
Daud menjelaskan, pada 16 November 2025, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen akan bertemu dengan ahli waris, Prof. Mahmud Raimadoya, putra sulung Sultan Zainal Abidin Syah, di Jakarta.
Pertemuan tersebut akan membahas kesediaan ahli waris untuk menghadiri prosesi penjemputan hingga penyerahan gelar pahlawan kepada Pemerintah Kota Tidore.
Pemerintah berharap, gelar kehormatan tersebut dapat diserahkan langsung oleh ahli waris kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara, untuk kemudian diteruskan kepada Pemerintah Kota Tidore.
Prosesi penjemputan dimulai dari Bandara Sultan Babullah Ternate, di mana Wali Kota dan ahli waris akan dijemput oleh pimpinan OPD serta para asisten.
Dari bandara, rombongan menuju Pelabuhan Bastiong untuk bertolak ke Tidore menggunakan motor kayu yang dihias menyerupai perahu kora-kora, dan dikawal oleh 20 unit speed boat.
Setibanya di Pelabuhan Rum, Tidore Utara, rombongan akan disambut meriah oleh Sultan Tidore H. Husain Alting Sjah, ASN Pemkot Tidore, dan masyarakat yang diwajibkan mengenakan pakaian serba putih.








