Reses di SMKN 2 Sula, Yusran Pauwah Dapati Guru PPPK Belum Digaji, BOS Terlambat Cair dan Sarana Minim

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan reses anggota DPRD Provinsi Maluku Utara Yusran Pauwah di SMK Negeri 2 Sula.

Kegiatan reses anggota DPRD Provinsi Maluku Utara Yusran Pauwah di SMK Negeri 2 Sula.

SANANA — Kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Sula–Taliabu, Yusran Pauwah, di SMK Negeri 2 Kepulauan Sula, Rabu (4/2/2026), justru membuka tabir sejumlah persoalan serius di sektor pendidikan.

Bukan sekadar aspirasi rutin, reses tersebut mengungkap hak guru yang belum dibayarkan, keterlambatan dana operasional sekolah, hingga minimnya sarana belajar yang belum juga dipenuhi pemerintah.

Salah satu temuan paling krusial adalah hak guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diangkat sejak Oktober 2025 namun hingga kini belum menerima gaji. Kondisi ini memantik tanda tanya besar terhadap komitmen pemerintah daerah dalam menjamin kesejahteraan tenaga pendidik.

Selain itu, sekolah juga masih menghadapi persoalan sarana dan prasarana yang belum terverifikasi sesuai kebutuhan jurusan, serta keterlambatan pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang seharusnya menjadi penopang utama aktivitas belajar mengajar.

Baca Juga :  Bupati Fifian Pimpin HUT KORPRI ke-54, Tekankan Profesionalisme dan Integritas ASN

Yusran mengaku belum memahami secara pasti teknis keterlambatan tersebut. “Saya juga tidak mengerti teknisnya. Ternyata di bulan Juli baru bisa operasi. Padahal saat itu DPRD sedang membahas anggaran perubahan. Tapi akan saya konfirmasi kembali,” ujarnya.

Nampak bangunan sekolah mengalami rusak parah.

Pernyataan ini menegaskan masih adanya kebingungan koordinasi antarinstansi, sementara dampaknya langsung dirasakan guru dan siswa.

Terkait kebutuhan fisik sekolah, Yusran menyebut pengadaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat melalui program revitalisasi. Sekolah diminta menginput kebutuhan lewat aplikasi Tata Kelola (Takola) Bantuan SMK, sementara pemerintah provinsi hanya berperan memonitor.

“Pemprov hanya memonitor, bukan menentukan. Ada tim teknis dari PUPR yang menilai. Sekolah menyampaikan lewat aplikasi, lalu dikonfirmasi,” katanya.

Skema ini dinilai membuat sekolah harus berjuang sendiri di tengah birokrasi berlapis, tanpa kepastian realisasi.

Baca Juga :  PGRI Kepulauan Sula Sukses Rayakan HGN 2025

Meski demikian, Yusran menegaskan DPRD akan menjalankan fungsi kontrol dan pengawalan agar usulan sekolah tidak sekadar berhenti di meja administrasi.
Ia juga meminta pihak sekolah lebih proaktif berkoordinasi dengan dinas terkait.

Di sisi lain, terdapat kabar positif dari rehabilitasi sekolah yang dibiayai APBD Perubahan 2025 sebesar Rp500 juta. Dana tersebut telah digunakan untuk membangun tiga ruang kelas baru.

“Alhamdulillah sudah seratus persen. Anak-anak sudah bisa menempati ruangannya untuk belajar,” ucapnya.

Kepala SMK Negeri 2 Kepulauan Sula, Rasidin Usman, berharap reses kali ini tidak hanya menjadi ajang serap aspirasi semata, tetapi benar-benar diikuti langkah konkret.

“Semoga apa yang menjadi kendala di sekolah ini bisa diperjuangkan, terutama fasilitas dan persoalan guru. Keluh kesah mereka perlu mendapat perhatian serius,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pemda Sula dan Perum Bulog Teken NPHD-BAST, Gudang Bulog Segera Dibangun
Perkuat Sinergi SE2026, BPS Sula Gandeng Diskominfo
Rajut Silaturahmi di Bulan Ramadan, Diskominfo dan Insan Pers Sula Perkuat Sinergitas
Diterjang Puting Beliung Subuh Hari, Empat Rumah di Fokalik Rusak Parah
Semarak Ramadhan 1447 H Desa Bega Resmi Dibuka, Pemuda Diapresiasi Jadi Motor Kebersamaan
Buka Ramadhan Cup I di Fatce, Kamarudin Mahdi Target Kirim Atlet Sula ke Ajang Provinsi
Jejak Pahlawan Moloku Kie Raha” Segera Dipentaskan, Monolog Sejarah Perdana Hadir di Ternate
Birokrasi Dinilai Amburadul, Warga Soamole Boikot Kantor Desa dan Desak Evaluasi Kades
Berita ini 102 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:15 WIB

Pemda Sula dan Perum Bulog Teken NPHD-BAST, Gudang Bulog Segera Dibangun

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:00 WIB

Perkuat Sinergi SE2026, BPS Sula Gandeng Diskominfo

Selasa, 3 Maret 2026 - 20:08 WIB

Rajut Silaturahmi di Bulan Ramadan, Diskominfo dan Insan Pers Sula Perkuat Sinergitas

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:44 WIB

Diterjang Puting Beliung Subuh Hari, Empat Rumah di Fokalik Rusak Parah

Senin, 2 Maret 2026 - 09:51 WIB

Semarak Ramadhan 1447 H Desa Bega Resmi Dibuka, Pemuda Diapresiasi Jadi Motor Kebersamaan

Senin, 2 Maret 2026 - 07:52 WIB

Buka Ramadhan Cup I di Fatce, Kamarudin Mahdi Target Kirim Atlet Sula ke Ajang Provinsi

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:27 WIB

Jejak Pahlawan Moloku Kie Raha” Segera Dipentaskan, Monolog Sejarah Perdana Hadir di Ternate

Rabu, 25 Februari 2026 - 13:58 WIB

Birokrasi Dinilai Amburadul, Warga Soamole Boikot Kantor Desa dan Desak Evaluasi Kades

Berita Terbaru