TIDORE – Polresta Tidore Kepulauan berhasil menangkap empat dari lima pemuda yang diduga melakukan aksi pemerasan dan penganiayaan terhadap seorang anggota Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku Utara, Muhammad Rafli Togubu.
Peristiwa itu terjadi di depan Masjid Tua Tongwai, Kecamatan Tidore Selatan, Kamis (2/10/2025) malam.
Kanit Pidum Sat Reskrim Polresta Tidore, Aiptu I Nyoman Sudiastra, dalam konferensi pers menjelaskan, kejadian bermula ketika korban yang sedang menuju Mako SPN menggunakan sepeda motor dihentikan oleh para pelaku. Mereka memaksa korban menyerahkan uang.
“Karena korban tidak membawa uang, para pelaku merampas tas berisi laptop MacBook Air 13 inci. Korban sempat melawan, tetapi pelaku berinisial FM memukul kepala korban hingga terjatuh bersama motornya. Kemudian RPS menendang wajah korban hingga mengalami luka dan kehilangan barang berharganya,” ungkap Aiptu Nyoman, Jumat (3/10/2025).
Kasat Reskrim Polresta Tidore, AKP Indah Fitria Dewi, menegaskan pihaknya langsung bergerak cepat menindaklanjuti laporan korban.
“Empat pelaku sudah kami amankan, yaitu FN, RPS, IAM, dan AWF. Sementara satu pelaku lainnya berinisial ES masih dalam pengejaran. Kasus ini telah naik ke tahap penyidikan, dan kami pastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan,” tegas AKP Indah.
Indah menambahkan, dari empat pelaku yang ditangkap, salah satunya masih di bawah umur, yakni RPS (16), seorang pelajar SMA.
Dari hasil penangkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya laptop milik korban, jaket parasut hitam bertuliskan “Noise” yang terdapat bercak darah, serta celana training hitam-putih yang juga bercak darah.
Para tersangka dijerat Pasal 368 ayat (1) junto Pasal 55 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal sembilan tahun. Khusus untuk pelaku yang masih di bawah umur, polisi akan menerapkan ketentuan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).
Plh Kasi Humas Polresta Tidore, Aipda Agung Setyawan, menyampaikan apresiasi kepada warga yang membantu penangkapan para pelaku.
“Warga geram dengan ulah para pelaku yang meresahkan kampung. Berkat bantuan mereka, empat orang berhasil diamankan,” ujarnya.






