SANANA – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Kepulauan Sula tidak hanya dirayakan melalui upacara dan berbagai kegiatan hiburan, tetapi juga diwarnai dengan aksi kepedulian sosial.
Bupati Kepulauan Sula, Hj. Fifian Adeningsi Mus, memberikan santunan kepada 40 anak yatim piatu usai pelaksanaan upacara HUT yang berlangsung di Istana Daerah (Isda) Dadhia Tedsua, Minggu (31/5/2026).
Santunan yang diberikan berupa uang tunai dan paket sembako. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-23 Kabupaten Kepulauan Sula yang mengusung tema “Bergerak Bersama Membangun Sula”.
Penyerahan santunan ini menjadi bentuk rasa syukur atas bertambahnya usia Kabupaten Kepulauan Sula sekaligus wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim piatu.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Sula, Basiludin Labessy, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiatif langsung Bupati Fifian Adeningsi Mus sebagai bentuk sedekah dan kepedulian sosial.
“Usai Upacara HUT ke-23 Kabupaten Kepulauan Sula, Ibu Bupati membagikan santunan berupa amplop dan paket sembako kepada 40 anak yatim piatu. Ini merupakan inisiatif beliau sebagai bentuk sedekah dan kepedulian pemerintah daerah kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Basiludin.
Menurutnya, peringatan hari jadi daerah tidak semata-mata diisi dengan kegiatan seremonial, melainkan juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, kegiatan berbagi kepada anak yatim piatu dipandang sebagai bagian penting dalam memaknai perayaan HUT daerah.
Basiludin juga menanggapi berbagai masukan masyarakat terkait pelaksanaan sejumlah kegiatan dan perlombaan dalam rangka HUT ke-23 Kabupaten Kepulauan Sula yang dinilai berlangsung secara sederhana. Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak terlepas dari kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini diterapkan pemerintah pusat dan berdampak hingga ke daerah.
“Kami memahami berbagai masukan dari masyarakat terkait pelaksanaan event dan perlombaan yang dianggap masih sederhana. Namun, kondisi ini berkaitan dengan kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya menghadirkan kegiatan yang meriah, penuh kebersamaan, dan melibatkan masyarakat secara luas,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tujuan utama pelaksanaan rangkaian kegiatan HUT tahun ini adalah mempererat silaturahmi serta memperkuat rasa persaudaraan antarwarga Kabupaten Kepulauan Sula.
“Kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan merayakan hari jadi daerah dengan penuh suka cita. Sesuai tema tahun ini, ‘Bergerak Bersama Membangun Sula’, pembangunan daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.







