Oleh: Hamdan Hasan, M.Ag
وَأَعِدُّوا۟ لَهُم مَّا ٱسۡتَطَعۡتُم مِّن قُوَّةࣲ وَمِن رِّبَاطِ ٱلۡخَیۡلِ تُرۡهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ ٱللَّهِ وَعَدُوَّكُمۡ
dan siapkanlah kekuatan perang berupa kuda yg dapa menggetarkan musuh Allah dan musuh kalian (Qs. Al Anfal ayat 60)
Dalam ilmu mantiq ada istilah dilalah Al muthabiqah yaitu makna klasik disamakan dengan makna kontekstual. Maka kata قُوَّةࣲ yaitu kekuatan militer yang berlaku pada zaman Nabi saw adalah panah, tombak, pedang, tameng perang, dll, maka alat perang dan kekuatan militer yg berlaku pada zaman sekarang adalah senjata, garnat, rudal blastik, atom, dron dll.
Adapun kavaleri militer yg digunakan nabi adalah رِّبَاطِ ٱلۡخَیۡلِ kuda yg disiapkan untuk perang. Adapun kavaleri yang harus digunakan di zaman sekarang adalah kapal perang, tank baja, kapal selam, dll.
Maka dapat dipastikan bahwa kekuatan militer adalah bagian dari sunnah nabi saw yg mesti seluruh umat islam punya dan harus kuat dan tidak bergantung kepada kekuatan pihak asing agar umat islam dapat تُرۡهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ ٱللَّهِ وَعَدُوَّكُمۡ mengalahkan musuh Allah dan musuh kalian, jika tidak maka umat islam akan diperbudak oleh asing, sekarang AS dan Israel.
Maka konsep militer dan kekuatan militer adalah sunnah nabi yg sering dianggap remeh oleh sebagian umat islam, maka melek wahai kau yg beragama islam terkait dengan teknologi biar tidak ketinggalan.
Pesan buat generasi baru yang masih sekolah, pelajari Ilmu kimia, fisika, matematika, dan nuklir karena itu semua dapat mencapai sunnah nabi dari segi kemiliteran.






