HMI Cabang Ternate: Kami Dibunuh Demi Tambang

- Jurnalis

Senin, 11 September 2023 - 07:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HMI cabang Ternate saat melakukan aksi unjuk rasa di Kediaman Gubernur di Ternate dengan tuntutan terkait persoalan pencemaran lingkungan di Sagea.

HMI cabang Ternate saat melakukan aksi unjuk rasa di Kediaman Gubernur di Ternate dengan tuntutan terkait persoalan pencemaran lingkungan di Sagea.

TERNATE, – Kerusakan lingkungan di Sungai Sagea yang sebelumnya jernih menjadi keruh, diduga akibat dari eksploitasi alam yang dilakukan perusahaan tambang di Kecamatan Weda Utara Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara.

Peristiwa yang disayangkan banyak pihak ini menjadi perhatiannya publik, yang menuntut perhatian serius dari Pemerintah Daerah maupun pemerintah pusat.

Salah satu desakan itu berasal dari HMi cabang Ternate, yang dengan lantang melakukan protes di rumah jabatan Gubernur Maluku Utara di Ternate, Senin (11/9/2023).

“Kami Dibunuh Demi Tambang tambang” menjadi salah pernyataan yang tertulis yang terpampang jelas  dalam aksi tersebut.

Baca Juga :  Basarnas Ternate Gelar Workshop SAR di Halmahera Barat, Warga Dibekali Pengetahuan Tanggap Darurat

HMI dalam pernyataan sikapnya menuntut tanggung jawab 5 perusahaan tambang yang beroperasi di belakang Desa Sagea yang membuat sungai tercemar. Perusahaan tersebut diantaranya PT. Weda Bay Nicel WBN, PT Tekindo, PT. Pasifing Maining, PT. Halmahera Sukses Mineral, dan PT. IWIP.

“Pencemaran sungai tersebut sangat merugikan masyarakat karena merupakan sumber penting dalam menjamin kelangsungan hidup masyarakat,” ungkap salah satu orator aksi.

Mereka juga mempertanyakan terkait izin tambang dan pembuatan maupun pelaksanaan analisis dampak lingkungan (AMDAL) sebelum perusahaan itu beroperasi.

Baca Juga :  Pemkab Sula Reaksi Capat Atasi Banjir di Desa Waitina

Dalam aksi mereka menyampaikan 8 tuntutan, yakini pertama; mendesak pemerintah provinsi membentuk tim terpadu investigasi. Kedua; mendesak Polda Malut segera ungkap pelaku pembunuhan Halteng-Haltim. Ketiga; cabut izin 5 perusahaan yang beroperasi di hutan Sagea.

Keempat; cabut IUP PT. Priving di Wato Wato Halmahera Timur. Kelima; copot Kadis DLH Maluku Utara. Keenam; Dilakukan penyelidikan dan penegakan hukum lingkungan oleh instansi berwenang. Ketujuh; hentikan aktifitas pertambangan di belakang Desa Sagea. dan Kedelapan; selamatkan kampung dan Sungai Bokimaruru.

Berita Terkait

KKP Targetkan Ribuan Kampung Nelayan, Maitara Tengah Masuk Prioritas 2026
Komitmen Berbagi, Yayasan Nasab Distribusikan Hewan Kurban ke Sejumlah Kelurahan di Ternate
Pemkot Tidore Dukung KKN Unkhair, Perkuat Literasi hingga Pelosok Desa
Harkitnas 2026 di Tidore: Momentum Perkuat Literasi Digital dan Solidaritas
Polresta Tidore Komitmen Dukung Penuh GOT XXXVIII 2026 Siapkan Pengawalan Maksimal
Dorong SDM Kesehatan, Tidore Gandeng UMMU Dirikan Fakultas Kedokteran Gigi
Kinerja Unggul, Tidore Kepulauan Raih Insentif Fiskal untuk Pembangunan Daerah
Bantah Terlibat Penerbitan SIM Palsu di Tidore, Kasman Ulidam Sebut Opini yang Dibangun Tidak Berdasar
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 14:56 WIB

KKP Targetkan Ribuan Kampung Nelayan, Maitara Tengah Masuk Prioritas 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 14:43 WIB

Komitmen Berbagi, Yayasan Nasab Distribusikan Hewan Kurban ke Sejumlah Kelurahan di Ternate

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:21 WIB

Pemkot Tidore Dukung KKN Unkhair, Perkuat Literasi hingga Pelosok Desa

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:47 WIB

Harkitnas 2026 di Tidore: Momentum Perkuat Literasi Digital dan Solidaritas

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:25 WIB

Polresta Tidore Komitmen Dukung Penuh GOT XXXVIII 2026 Siapkan Pengawalan Maksimal

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:07 WIB

Dorong SDM Kesehatan, Tidore Gandeng UMMU Dirikan Fakultas Kedokteran Gigi

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:57 WIB

Kinerja Unggul, Tidore Kepulauan Raih Insentif Fiskal untuk Pembangunan Daerah

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:39 WIB

Bantah Terlibat Penerbitan SIM Palsu di Tidore, Kasman Ulidam Sebut Opini yang Dibangun Tidak Berdasar

Berita Terbaru