TIDORE – Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman bersama para asisten Sekda dan pimpinan OPD yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025, Senin (20/10/2025).
Rakor yang digelar secara virtual dan diikuti oleh para gubernur, bupati, dan wali kota se-Indonesia itu dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian, serta dirangkaikan dengan pengarahan dari Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, mengenai percepatan realisasi belanja untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan realisasi pendapatan dan belanja daerah setiap bulan. Ia meminta seluruh kepala daerah untuk mempercepat realisasi anggaran, baik dari sisi pendapatan maupun belanja, agar tidak menghambat pertumbuhan ekonomi di daerah.
“Realisasi pendapatan secara nasional hingga 30 September 2025 baru mencapai 70,27 persen atau sekitar Rp 949,97 triliun, meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 67,82 persen,” kata Tito.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengimbau pemerintah daerah di seluruh Indonesia agar terus memberikan stimulus ekonomi untuk menghadapi risiko eksternal seperti fluktuasi harga komoditas global dan ketimpangan investasi antarwilayah.
“Sinergi antara TPIP (Tim Pengendalian Inflasi Pusat) dan TPID harus diperkuat agar kebijakan pengendalian inflasi lebih responsif terhadap dinamika regional,” ujarnya.
Usai mengikuti rakor tersebut, Wakil Wali Kota Tidore Ahmad Laiman menjelaskan bahwa kepala daerah mendapat arahan khusus terkait percepatan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 dan kebijakan transfer dana pusat ke daerah.
“Mendagri menyampaikan bahwa rata-rata pendapatan daerah sudah mencapai 70 persen, namun realisasi belanjanya baru sekitar 56 persen. Karena itu, seluruh daerah diminta mempercepat penyerapan anggaran demi kelancaran pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Ahmad Laiman.
Wawali Tidore juga menegaskan pentingnya langkah cepat pada triwulan terakhir tahun ini agar penyerapan anggaran meningkat signifikan.
“Dengan penyerapan anggaran yang masih rendah, maka perlu upaya percepatan agar progresnya lebih baik menjelang akhir tahun,” pungkasnya.






