TIDORE – Menjelang pelantikan pengurus baru, Asosiasi Kota (Askot) PSSI Tidore Kepulauan menggelar pertemuan dengan 14 pelatih dan pengurus Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Kota Tidore, Senin (15/9/2025).
Pertemuan dikemas dalam suasana coffee break tersebut membahas sejumlah agenda penting, mulai dari penyusunan struktur kepengurusan hingga persiapan menghadapi kompetisi resmi.
Ketua Askot PSSI Tidore, Ardiansyah Fauzi, menegaskan kepengurusan baru akan diisi figur yang berkomitmen dan berkompeten. “Nama-nama pengurus diharapkan lahir dari usulan klub, agar benar-benar mewakili seluruh kepentingan sepak bola di Tidore Kepulauan,” katanya.
Dalam forum itu, Askot juga membicarakan kesiapan menghadapi Liga 4 dan Piala Suratin 2025, dengan rencana Tidore mengajukan diri sebagai tuan rumah. Selain itu, Askot berencana menggandeng BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan bagi pemain dan ofisial.
Ketua Komite Etik Asprov PSSI Maluku Utara, Muhammad Husain, yang turut hadir, menyebut langkah awal Askot Tidore sebagai bentuk “Reformasi Total”. Ia menyoroti kesiapan Persikota yang terdegradasi dari Liga 3 untuk kembali mendaftar ke Asprov serta menegaskan perwasitan berada di bawah kewenangan penuh asosiasi.
Asprov juga menyambut positif inisiatif kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. “Program ini diharapkan mampu memberikan perlindungan penuh bagi seluruh pemain sepak bola di Tidore,” ujar Husain.
Melalui kepengurusan baru, Askot PSSI Tidore optimistis dapat mendorong lahirnya kompetisi resmi yang lebih terstruktur dan profesional, dengan dukungan penuh dari Asprov Maluku Utara. (*)








