TERNATE – Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara menggelar kegiatan Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Kota Ternate, pada 9–10 September 2025.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas manajerial pengelola komunitas literasi agar mampu berkontribusi nyata dalam menumbuhkan budaya baca dan menulis di tengah masyarakat. Sebanyak 16 komunitas literasi di Maluku Utara, khususnya yang berbasis di Kota Ternate, ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dr. Dora Amalia, S.S., M.Hum. Turut hadir Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Ternate, Safiah M. Nur, S.E., Manajer Kantor Perwakilan BI Malut, Putu Agus Santika, serta Kepala Balai Bahasa Malut, Nukman, S.S., M.Hum.
Ketua Panitia, A. Merfianti, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menyajikan materi, tetapi juga praktik baik yang bisa diterapkan oleh peserta. Usai kegiatan, Balai Bahasa Malut akan melakukan pendampingan selama dua bulan, baik secara daring maupun luring. “Kami berharap komunitas literasi dapat mengembangkan program inovatif dan menghadirkan praktik baik yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Manajer BI Malut, Putu Agus Santika, mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, literasi yang digerakkan komunitas akan mendukung lahirnya generasi emas yang cerdas. “Semoga upaya ini semakin menumbuhkan budaya membaca dan melahirkan banyak karya di Maluku Utara,” tuturnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Ternate, Safiah M. Nur. Ia menekankan pentingnya peran komunitas literasi untuk lebih aktif menggerakkan minat baca masyarakat. Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Malut, Nukman, menegaskan kegiatan ini merupakan lanjutan dari program pembinaan literasi yang sebelumnya menyasar siswa SD hingga SMA di Tidore dan Ternate.
Dalam sambutannya, Dr. Dora Amalia menegaskan bahwa peningkatan budaya baca tidak bisa dilepaskan dari peran komunitas literasi dan dukungan para pemangku kepentingan. “Kolaborasi dengan dinas terkait, Bank Indonesia, dan komunitas literasi sangat penting untuk memperkuat gerakan literasi berbasis masyarakat,” tandasnya.








