Unibrah Perkuat Gerakan Kampus Aman, Satgas PPK Rangkul BEM dan HMJ

- Jurnalis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Satgas PPK Unibrah, mansyur Djamal saat bertemu dengan pengurus BEM

Ketua Satgas PPK Unibrah, mansyur Djamal saat bertemu dengan pengurus BEM

SOFIFI — Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Universitas Bumi Hijrah (Unibrah) memperkuat langkah pencegahan kekerasan di lingkungan kampus dengan melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).

Langkah tersebut dilakukan melalui pertemuan rutin pada awal semester yang menjadi ruang koordinasi antara Satgas PPK, BEM, dan HMJ untuk memastikan seluruh aktivitas kemahasiswaan berjalan dalam suasana yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari berbagai bentuk kekerasan.

Ketua Satgas PPK Unibrah, Mansyur Djamal, mengatakan keterlibatan organisasi mahasiswa menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama mengenai pencegahan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Menurutnya, BEM dan HMJ memiliki posisi strategis karena berhubungan langsung dengan mahasiswa dalam berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik.

“Pertemuan ini merupakan bagian dari koordinasi rutin di awal semester. Kita ingin memastikan seluruh kegiatan mahasiswa, baik yang dilaksanakan BEM maupun HMJ, dapat berlangsung dalam lingkungan yang aman, nyaman dan inklusif,” ujar Mansyur.

Baca Juga :  Polda Maluku Utara Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Daerah Terdampak Bencana di Aceh, Sumbar, dan Sumut

Ia menegaskan, setiap program atau kegiatan mahasiswa yang melibatkan peserta dari berbagai jurusan harus memperhatikan prinsip pencegahan kekerasan. Hal tersebut tidak hanya berkaitan dengan kekerasan fisik, tetapi juga bentuk kekerasan nonfisik yang dapat terjadi dalam interaksi antarmahasiswa.

“Setiap kegiatan harus benar-benar memperhatikan aspek pencegahan kekerasan. Jangan sampai ada kegiatan yang kemudian melahirkan tindakan kekerasan, baik secara fisik maupun nonfisik. Termasuk perundungan, penghinaan, intimidasi, maupun tindakan lain yang dapat membuat mahasiswa merasa tidak aman,” jelasnya.

Mansyur mengatakan, upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan oleh Satgas PPK. Diperlukan keterlibatan seluruh unsur kampus, termasuk organisasi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa itu sendiri.

Baca Juga :  Dua Putra-Putri Terbaik Maluku Utara Wakili Daerah di Paskibraka Nasional 2026

Karena itu, BEM dan HMJ diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan kemahasiswaan, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan membangun budaya kampus yang saling menghormati.

“Kita ingin pencegahan ini menjadi kesadaran bersama. BEM dan HMJ harus menjadi mitra Satgas PPK dalam menciptakan ruang belajar dan ruang berorganisasi yang sehat. Semua mahasiswa harus merasa dihargai, dilindungi dan memiliki ruang yang sama untuk berkembang,” katanya.

 

Ia menambahkan, koordinasi secara rutin akan terus dilakukan sebagai langkah evaluasi sekaligus memastikan komitmen pencegahan kekerasan dapat diterapkan dalam setiap kegiatan mahasiswa.

Dengan penguatan kolaborasi tersebut, Unibrah mendorong terciptanya budaya kampus yang tidak mentoleransi kekerasan dalam bentuk apa pun serta menjadikan keamanan, kenyamanan dan inklusivitas sebagai bagian penting dari kehidupan akademik dan kemahasiswaan.

Berita Terkait

KKSS Tidore Meriahkan Karnaval Budaya Kieraha, Tegaskan Komitmen untuk Maluku Utara
Kuliah Tamu di Unibrah, Vidson Toory Dorong Mahasiswa Berani Bicara dan Beri Dampak
Buka Kampanye FKUB Malut, Wagub Sarbin Ajak Generasi Muda Rawat Kemajemukan
Wagub Malut Sambut Pansus DPR RI dan Timja DPD RI, Tegaskan RUU Kepulauan Sudah Dirindukan Puluhan Tahun
RUU Kepulauan Dibedah di Ternate, DKP Tagih Keadilan Ekologi dan Daerah Minta Dana Tambah Bukan Pindah
Unibrah Gandeng Badan Bahasa Kemendikdasmen, Perkuat Pengembangan Bahasa dan Sastra
Polda Malut: Pembunuh Ali Daud Bukan Warga Sibenpopo, Pelaku Diduga Kelompok Nomaden
Kapolda Malut Ajak Warga Sibenpopo dan Banemo Jaga Persaudaraan, Percayakan Proses Hukum
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:00 WIB

KKSS Tidore Meriahkan Karnaval Budaya Kieraha, Tegaskan Komitmen untuk Maluku Utara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:55 WIB

Kuliah Tamu di Unibrah, Vidson Toory Dorong Mahasiswa Berani Bicara dan Beri Dampak

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:16 WIB

Unibrah Perkuat Gerakan Kampus Aman, Satgas PPK Rangkul BEM dan HMJ

Rabu, 30 September 2026 - 22:33 WIB

Buka Kampanye FKUB Malut, Wagub Sarbin Ajak Generasi Muda Rawat Kemajemukan

Rabu, 30 September 2026 - 22:31 WIB

Wagub Malut Sambut Pansus DPR RI dan Timja DPD RI, Tegaskan RUU Kepulauan Sudah Dirindukan Puluhan Tahun

Rabu, 30 September 2026 - 22:29 WIB

RUU Kepulauan Dibedah di Ternate, DKP Tagih Keadilan Ekologi dan Daerah Minta Dana Tambah Bukan Pindah

Selasa, 29 September 2026 - 18:24 WIB

Unibrah Gandeng Badan Bahasa Kemendikdasmen, Perkuat Pengembangan Bahasa dan Sastra

Jumat, 25 September 2026 - 08:44 WIB

Polda Malut: Pembunuh Ali Daud Bukan Warga Sibenpopo, Pelaku Diduga Kelompok Nomaden

Berita Terbaru