Disperindag Sula Gelar Pelatihan Pengolahan Ikan di Desa Waiboga

- Jurnalis

Kamis, 22 Juni 2023 - 04:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat Desa Waiboga mengikuti pelatihan pengelolaan ikan oleh Disperindag Sula. (dok. Am catatanmalut.com)

Masyarakat Desa Waiboga mengikuti pelatihan pengelolaan ikan oleh Disperindag Sula. (dok. Am catatanmalut.com)

SANANA– Guna meningkatkan pendapatan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula, melalui Dinas Koperasi dan UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag),  menggelar Pelatihan Pengolahan Ikan di Desa Waiboga, Kecamatan Sulabesi Tengah. Kamis, (22/6/2023).

Pelatihan yang diselenggarakan di gedung Pasar Tradisional Desa Waiboga yang diikuti 30 peserta tersebut, sebagai upaya pengembangan pengetahuan untuk pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Desa Waiboga.

Kepala Disperindag, Djena Tidore menjelaskan, pelatihan ini menjadi instrumen untuk memfasilitasi SDM pedesaan agar dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan di bidang kewirausahaan, khususnya pengelolaan ikan.

“Di mana kita tahu bersama, bahwa Desa Waiboga merupakan Desa penghasil ikan. Besar harapan kami setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta pelatihan mampu mengelola dan memanfaatkan potensi hasil perikanan yang ada di Desa Waiboga untuk diolah menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Untuk itu, saya mengajak peserta pelatihan sekalian untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, agar pelatihan ini dapat berdampak pada perubahan sikap dan pola pikir ke arah yang lebih baik,” imbuhnya.

Baca Juga :  Wakili Gubernur, Staf Ahli Mulyadi Wowor Buka Kegiatan KSM

Terpisah, sambutan Bupati Kepulauan Sula, Fifian Adeningsi Mus yang disampaikan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Abdi Umagap menyampaikan, pelatihan ini merupakan upaya Pemerintah Daerah dalam rangka meningkatkan pemberdayaan masyarakat untuk memanfaatkan potensi Desa yang ada.

Menurutnya, Desa Waiboga dan sekitarnya memiliki potensi perikanan yang cukup luas. Untuk memanfaatkan potensi ini, memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam hal cara mengelola ikan.

Abdi memaparkan, pelatihan ini, dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan memberikannya keterampilan kepada masyarakat, khususnya yang ada di Desa Waiboga untuk mampu memanfaatkan potensi perikanan sebagai sumber penghasilan tambahan. Salah satu bentuk pengelolaan ikan adalah dibuat menjadi produk makanan dalam bentuk produk kering maupun beku.

Baca Juga :  Semarakkan HUT RI, DP3A Malut Gelar Lomba Antar Bidang

“Kami menyambut baik dilaksanakannya kegiatan pelatihan ini, dan berharap kepada seluruh peserta pelatihan untuk memperhatikan materi yang disampaikan. Sehingga kedepannya dapat menciptakan peluang usaha secara mandiri, khususnya bidang pengelolaan ikan,” pintanya.

Sementara, mewakili masyarakat, Kepala Pemerintahan Kecamatan Sulabesi Tengah, Ismail Soamole merespon baik dan mengapresiasi kegiatan pelatihan yang dilaksanakan.

“Pada dasarnya, dengan adanya kegiatan ini, kita menyambut baik dan merespon. Karena kegiatan ini membantu masyarakat Desa Waiboga terutama, sebab Desa Waiboga kita kenal dengan Desa penghasil ikan. Kita sangat mengapresiasi kegiatan ini, dengan harapan, bukan hanya Desa Waiboga yang menjadi titik pelatihan cara pengelolaan ikan, tetapi juga Desa penghasil ikan lainnya,” pungkasnya.

Reporter: Nai Am

Berita Terkait

Pengukuhan Komunitas Kasih Alam Maluku Utara, Taufik: Ini Titik Awal Pengabdian Nyata untuk Lingkungan
80 Guru dan Penutur Jati Dilatih, Balai Bahasa Malut Perkuat Revitalisasi Bahasa Bacan dan Makian Luar di Halsel
Balai Bahasa Malut Gelar Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2026
UNIBRAH–Disarpus Malut Kolaborasi, Empat Desa Lokasi KKN Terima Ratusan Buku Literasi
21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis
Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat
Tidore Utara Disiapkan Jadi DTW Baru, Disbudpar Kembangkan Wisata Bahari–Sejarah Rum dan Rum Balibunga, Butuh Rp41 Miliar
Cetak 80 Pengajar Utama, Balai Bahasa Malut Genjot Revitalisasi Bahasa Sawai di Halmahera Tengah
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:17 WIB

Pengukuhan Komunitas Kasih Alam Maluku Utara, Taufik: Ini Titik Awal Pengabdian Nyata untuk Lingkungan

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:00 WIB

80 Guru dan Penutur Jati Dilatih, Balai Bahasa Malut Perkuat Revitalisasi Bahasa Bacan dan Makian Luar di Halsel

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:32 WIB

Balai Bahasa Malut Gelar Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2026

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:45 WIB

UNIBRAH–Disarpus Malut Kolaborasi, Empat Desa Lokasi KKN Terima Ratusan Buku Literasi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:48 WIB

21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis

Jumat, 6 Februari 2026 - 02:18 WIB

Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat

Jumat, 6 Februari 2026 - 01:56 WIB

Tidore Utara Disiapkan Jadi DTW Baru, Disbudpar Kembangkan Wisata Bahari–Sejarah Rum dan Rum Balibunga, Butuh Rp41 Miliar

Jumat, 6 Februari 2026 - 01:17 WIB

Cetak 80 Pengajar Utama, Balai Bahasa Malut Genjot Revitalisasi Bahasa Sawai di Halmahera Tengah

Berita Terbaru