Ternate — Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara menyelenggarakan kunjungan kerja Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di Provinsi Maluku Utara yang dalam pelaksanaannya diwakili oleh Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Hidayat Widiyanto, S.S., M.Pd., pada 29–30 September 2026.
Kunjungan kerja tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan konsolidasi pelaksanaan program pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra di Provinsi Maluku Utara. Selain meninjau secara langsung pelaksanaan program Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, kunjungan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di bidang kebahasaan, kesastraan, dan literasi.
Selama kunjungan, Hidayat Widiyanto bersama jajaran Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara mengikuti berbagai agenda yang berfokus pada penguatan program kebahasaan dan kesastraan. Kehadiran pimpinan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di daerah juga menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan program berjalan selaras dengan kebijakan nasional sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di daerah.
Perkuat Ekosistem Kebahasaan di Maluku Utara
Maluku Utara memiliki kekayaan bahasa, sastra, dan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat. Keberagaman bahasa daerah, tradisi lisan, karya sastra, dan berbagai ekspresi budaya merupakan kekayaan yang perlu terus dikembangkan, dibina, didokumentasikan, serta dilindungi.
Dalam konteks tersebut, Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara memiliki peran strategis dalam menerjemahkan kebijakan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa ke dalam program yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan daerah. Program tersebut mencakup peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia, penguatan literasi, pelindungan dan revitalisasi bahasa daerah, pengembangan sastra, serta penguatan layanan kebahasaan.
Kunjungan kerja pada 29–30 September 2026 turut memperkuat komunikasi dan koordinasi antara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dengan Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara. Berbagai perkembangan, tantangan, dan peluang dalam pelaksanaan program kebahasaan menjadi bahan penting untuk menentukan langkah tindak lanjut yang lebih terarah.
Dorong Kolaborasi dengan Berbagai Pemangku Kepentingan
Pengembangan bahasa dan sastra membutuhkan dukungan serta keterlibatan berbagai pihak. Oleh karena itu, penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, satuan pendidikan, komunitas literasi, komunitas sastra, media, serta lembaga dan organisasi masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kebahasaan yang berkelanjutan.
Rangkaian kunjungan kerja diawali dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Polda Maluku Utara. Selanjutnya, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra menyaksikan penandatanganan PKS antara Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara dengan TVRI Stasiun Maluku Utara dan LPKA Ternate.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat keterbukaan informasi publik, dialog bertema pembangunan kebahasaan di Maluku Utara juga disiarkan melalui TVRI Maluku Utara dan RRI Ternate. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membahas berbagai isu dan perkembangan pembangunan kebahasaan di daerah sekaligus memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.
Penguatan kemitraan dengan perguruan tinggi dilanjutkan melalui pelaksanaan kuliah umum di Universitas Bumi Hijrah. Selain itu, penandatanganan kerja sama dilakukan dengan tiga perguruan tinggi, yaitu Universitas Bumi Hijrah, ISDIK Kie Raha Maluku Utara, dan IAIN Ternate.
Kemitraan tersebut diharapkan dapat memperluas ruang kolaborasi dalam pengembangan bahasa, sastra, dan literasi, khususnya melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai kegiatan literasi dan kebahasaan.
Perkuat Literasi dan Pelindungan Bahasa Daerah
Selain memperkuat pembinaan bahasa Indonesia, perhatian terhadap bahasa daerah menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kebahasaan di Maluku Utara. Pelindungan dan revitalisasi bahasa daerah membutuhkan keterlibatan masyarakat penutur, generasi muda, satuan pendidikan, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah.
Dalam rangka memastikan pemanfaatan buku pengayaan literasi, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra juga memantau distribusi dan pemanfaatan buku di SD Negeri 52 dan SD Negeri 53 Kota Ternate. Pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan buku pengayaan literasi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung peningkatan budaya baca dan kemampuan literasi peserta didik.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan audiensi bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Tim Penggerak PKK Maluku Utara. Selain itu, dilakukan pula kegiatan bersama komunitas literasi dan Ikadubas Maluku Utara sebagai bagian dari upaya memperluas sinergi dengan masyarakat serta komunitas yang bergerak di bidang kebahasaan dan literasi.
Dari Koordinasi Menuju Aksi Nyata
Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara beserta jajaran menyambut dan mendukung kunjungan kerja tersebut sebagai bagian dari penguatan koordinasi kelembagaan. Berbagai masukan dan arahan yang diperoleh selama kunjungan diharapkan menjadi bahan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program dan layanan kebahasaan di daerah.
Kunjungan kerja ini sekaligus memperkuat komitmen Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara untuk menghadirkan program yang berdampak, kolaboratif, dan berkelanjutan. Program kebahasaan dan kesastraan tidak hanya diarahkan pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada terciptanya manfaat nyata bagi masyarakat, satuan pendidikan, perguruan tinggi, komunitas, dan generasi muda.
Melalui kunjungan kerja Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang diwakili oleh Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, koordinasi antara pusat dan daerah diharapkan semakin solid dalam mewujudkan kebijakan kebahasaan dan kesastraan yang responsif terhadap dinamika serta kekayaan budaya Maluku Utara.
Berbagai kerja sama, dialog, penguatan literasi, dan pertemuan dengan pemangku kepentingan yang dilaksanakan selama kunjungan menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem kebahasaan di Maluku Utara. Sinergi tersebut diharapkan terus berkembang sehingga pembangunan kebahasaan dan kesastraan dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat serta mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Kebahasaan (Ipebas) di daerah.






